TABLOIDELEMEN.com – Walaupun sesungguhnya tidak ada dikotomi ilmu (agama dan umum) karena semua ilmu lahir dari kekuasaan Allah yang harus dituntut, dicari, dan didatangi.
Belajar Agama Islam tanpa menghadirkan guru, kiai, atau ulama hanya akan membuat pemahaman Islam kita tidak mendalam sehingga mudah menyalahkan orang lain yang berbeda.
Merujuk pada Sabda Nabi Muhammad SAW di atas, seorang pelajar harus belajar secara istiqamah, baik belajar agama maupun ilmu umum.
Dalam persoalan menimba ilmu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Maimoen Zubair (2017) pernah berpesan bahwa ilmu itu harus didatangi oleh manusia, karena ia tidak mendatangi, al-ilmu yu’ta wa la ya’tii (Ilmu itu didatangi bukan mendatangi dirimu).
Sebab itu, memperkokoh jaringan atau sanad keilmuan agama kepada sejumlah guru menjadi sesuatu yang penting bagi pelajar dalam upaya memahami Islam secara kaffah (menyeluruh).

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News