TABLOIDELEMEN.com – Masyarakat Desa Limbasari Kecamatan Bobotsari kembali sukses menyelenggarakan Pasar Minggu Kliwon (Paguwon), Minggu 14 Desember 2025
Paguwon ini bukan sekadar rutinitas pasar biasa, tetapi merupakan ritual kearifan lokal yang merayakan pertemuan budaya dan kuliner.
Untuk penyelenggarakan kali ini, menampilkan momen istimewa, yakni peluncuran Mendoan Inthil (Menthil) sebagai kuliner baru yang langsung mencuri perhatian.
Kuliner ini menyatukan cita rasa khas tempe mendoan dengan inthil yang terbuat olahan singkong tradisional, menciptakan narasi rasa yang kaya dan penuh makna.
Mendoan, bagi masyarakat Purbalingga, melambangkan kesederhanaan dan kehangatan.
Nama mendoan sendiri berasal dari kata mendo yang berarti setengah matang atau lembek.
Cara menggoreng tempe sengaja hanya sebentar tujuan mempertahankan tekstur lembut dan kenikmatan bumbu yang belum mengeras.
Filosofi ini mengajarkan untuk tidak tergesa-gesa dalam menikmati hidup, melainkan menemukan keindahan dalam kesederhanaan yang belum sempurna.
Sementara itu, inthil membawa representasi ketahanan pangan dan akar tradisi bumi.
Mengukir Keseimbangan Rasa dan Budaya

Ketua UMKM Paguwon Desa Limbasari, Edi Winarto menuturkan, dalam rangka Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purbalingga, panitia UMKM Paguwon secara khusus menghadirkan Menthil Mendoan Intil ini.
“Kegiatan ini merupakan bagian integral dari perayaan. Kami membagikan 195 bungkus Menthil kepada para pengunjung secara gratis. Angka 195 merayakan usia kabupaten yang sarat sejarah,” katanya.
Menurutnya, acara ini secara langsung mempromosikan produk lokal baru kepada khalayak luas.
“Sekaligus mempererat ikatan emosional warga terhadap kuliner warisan mereka. Ini juga menegaskan kearifan lokal, kami terus memegang teguh identitas budaya di tengah gempuran modernitas,” katanya.
Paguwon merupakan pasar tematik yang berlangsung sebulan sekali, bukan hanya berfungsi sebagai tempat transaksi.
Tetapi juga menjadi ruang komunal yang menghubungkan kuliner, seni, dan kebersamaan masyarakat Limbasari.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis

















