TABLOIDELEMEN.com – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan harga Biosolar B50 untuk sektor BBM bersubsidi tetap Rp6.800 per liter.
Bahlil yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan perubahan dari B40 menuju B50 tidak memengaruhi harga jual Biosolar bersubsidi.
“Harga BBM Biosolar B50 itu pada dasarnya sama dengan harga BBM Solar subsidi yang memang sudah ditetapkan pemerintah,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, perbedaan B50 terletak pada komposisi biodiesel atau fatty acid methyl ester (FAME) dalam BBM Solar. Sebelumnya, Biosolar menggunakan campuran 40 persen biodiesel atau B40.
Kini, pemerintah meningkatkan kandungan biodiesel menjadi 50 persen melalui program B50.
Artinya, setiap satu liter Biosolar B50 memiliki komposisi 50 persen minyak Solar dan 50 persen biodiesel atau FAME.
Harga Biosolar B50 Tetap Rp6.800
Bahlil menegaskan pemerintah mempertahankan harga Biosolar B50 untuk konsumsi domestik yang memperoleh subsidi sebesar Rp6.800 per liter.
“Jadi tidak ada penambahan harga dan ini adalah bagian daripada strategi untuk mendorong net zero emission kita, karena dengan ini mampu menurunkan CO2 kurang lebih sekitar 44 juta metrik ton,” katanya.
Sementara itu, harga jual BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme harga keekonomian.
Badan usaha menentukan harga berdasarkan formula yang pemerintah tetapkan.
“Untuk harga keekonomian, BBM B50 ini artinya akan mengikuti harga keekonomian minyak Solar dan juga biodiesel atau FAME,” tegasnya.
Saat ini, harga keekonomian minyak Solar berada pada kisaran Rp23.000-Rp25.000 per liter.
Pemerintah juga menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) biodiesel setiap bulan.
Untuk September 2026, HIP biodiesel tercatat Rp15.025 per liter.
Angka tersebut menjadi salah satu komponen dalam perhitungan harga keekonomian B50.
Perkiraan Harga Keekonomian B50
Secara sederhana, komposisi B50 memiliki perbandingan minyak Solar dan biodiesel sebesar 1:1.
Jika harga minyak Solar menggunakan asumsi Rp23.000 per liter dan HIP biodiesel Rp15.025 per liter, perhitungan kasar menghasilkan harga sekitar Rp19.012 per liter.
“Maka keekonomian harga BBM dengan B50 sekitar Rp 19.012 per liter,” katanya.
Namun, angka tersebut hanya gambaran sederhana. Pemerintah memiliki formula dan perhitungan tersendiri untuk menentukan harga Biosolar B50 bersubsidi sehingga harga jual kepada masyarakat tetap Rp6.800 per liter.
Program B50 juga mencakup berbagai sektor selain kendaraan masyarakat di SPBU. Kebijakan tersebut berlaku bagi sektor pertambangan, pertanian, perikanan dan kelautan, perkeretaapian, serta transportasi laut.
“Pencampuran biodiesel dari FAME sebesar 50% pada minyak Solar itu berlaku untuk berbagai sektor, termasuk BBM non subsidi,” ujar Bahlil.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















