Ekspresionisme
Ekspresionisme merupakan aliran seni lukis yang menonjolkan ungkapan yang ada di dalam jiwa.
Ekspresionisme tidak akan membebankan ketelitian dan juga kesulitan melukis di dalam karyanya.
Oleh karena itu, aliran tersebut tidak mempunyai tingkat kemiripan yang akurat bahkan sangat melenceng dari referensi alam.
Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Ekspresionisme
- Tidak akan mengutamakan kemiripan objek yang mereka lukis.
- Sapuan kuas yang ekspresif dan berani atau bekas kuas dibiarkan terlihat dan tidak ditutup-tutupi.
- Teknik melukis yang terlihat naif atau amatir tapi tetap mempunyai komposisi yang baik.
- Mementingkan ekspresi jiwa individu seniman dibandingkan dengan menjiplak alam.
- Menggunakan warna sebagai salah satu simbol untuk suatu hal, tidak sebagai pewarna objek saja.
Surealisme
Gambar yang nyata namun dalam kondisi yang tidak nyata, seperti halnya: gambar manusia melayang, jam dinding yang meleleh, atau potret wajah dengan mulut dan hidung yang posisinya tertukar.
Aliran surealisme biasanya menggunakan pendekatan teori psikologi Freud. Ciri-Ciri Aliran Seni Lukis Surealisme
Memuat gambar suatu objek yang nyata dalam kondisi yang tidak nyata.
Pencitraan seperti yang ada di dalam mimpi.
Mempunyai kontras yang tinggi, itu artinya, ada wujud besar yang bersebelahan dengan wujud yang kecil.
Memainkan imajinasi yang ada di dalam mimpi dengan dunia nyata.
Terlihat seperti fantasi tapi tetap berpegangan pada referensi dunia nyata.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News
















