Menengok Bisnis Cantik Anggrek Halaman Rumah Azan Hendarto

Azan Hendarto Sutanto menyalurkan hobi merawat bunga anggrek di tempat tinggalnya di Desa Mangunegara Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.
Azan Hendarto Sutanto menyalurkan hobi merawat bunga anggrek di tempat tinggalnya di Desa Mangunegara Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

TABLOIDELEMEN.com – Ketekunan merawat satu hingga dua batang anggrek sanggup bermuara pada peluang usaha yang menjanjikan.

Seperti kisah Azan Hendarto Sutanto guru PPKn di SMP Negeri 1 Mrebet yang bertempat tinggal di Desa Mangunegara Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

Sosok pendidik ini sukses mengubah hobi berkebun menjadi budidaya tanaman hias yang bernilai ekonomi tinggi.

Minat Azan terhadap bunga penuh warna ini muncul sejak masa sekolah di MAN Purbalingga.

Rasa penasaran tersebut mendorongnya mengikuti pelatihan khusus untuk memperdalam teknik perawatan.

Bacaan Lainnya
Milo

“Awal suka dengan anggrek itu sekitar tahun 1995. Waktu itu ada pelatihan budidaya anggrek di Unsoed Purwokerto. Saya ikut pelatihan agar memperoleh pengetahuan,” kata Azan, Minggu 10 Mei 2026.

Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian, ia merasa terpikat oleh estetika anggrek yang membuat hunian tampak asri.

Koleksinya mencakup varietas nurjanah, bulan, dendrobium, Katalia, hingga Vanda.

Menurutnya, corak warna seperti ungu, putih, serta hijau sangat cocok mempercantik sudut ruangan.

Azan memilih dendrobium sebagai koleksi awal karena daya tahannya terhadap cuaca panas.

Ketangguhan tanaman ini membuatnya makin semangat mengembangkan varietas lain, termasuk anggrek bulan.

“Dendrobium kena panas tidak akan mati. Jika berbunga, anggrek itu indah dan banyak warnanya,” tuturnya.

Proses budidaya bermula dari bibit kecil dalam botol.

Ia menerapkan metode pembibitan steril guna menghasilkan bunga berkualitas.

Walaupun sempat mengalami kegagalan pada tahap awal, ia tetap konsisten belajar.

“Dari 40 bibit tidak jadi semua, tidak sampai besar, hanya setengahnya,” kata Azan.

Kini, setelah tidak lagi menjabat kepala sekolah, Azan memiliki waktu lebih luang untuk mengelola kebun anggreknya secara maksimal.

Ia berencana membangun greenhouse sederhana guna mendukung perawatan intensif koleksinya.

“Dengan pengelolaan yang lebih serius, saya ingin membuktikan bahwa kecintaan pada bunga anggrek dapat membuahkan hasil manis dari pekarangan rumah,” katanya.

Pos terkait

Milo