TABLOIDELEMEN.com – Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, menghadiri prosesi peresmian Masjid Nusantara Watu Sanggar di Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet, Sabtu 7 Maret 2026.
Bangunan ibadah ini mencuri perhatian publik lantaran mengusung konsep arsitektur nan unik.
Perancang bangunan tersebut secara berani memadukan struktur kubah dengan ornamen gunungan khas budaya Jawa sebagai representasi nilai Islam dan kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dimas memberikan apresiasi tinggi atas tuntasnya pembangunan masjid yang memiliki filosofi budaya sangat kuat ini.
Menurutnya, Masjid yang penuh dengan arsitektur unik dengan memadukan nilai-nilai budaya Nusantara yang menggambarkan harmoni antara nilai spiritual, budaya, dan kearifan local.
“Saya menyampaikan selamat atas selesainya pembangunan Masjid Nusantara Watu Sanggar ini,” kata Wabup.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung perkembangan rumah ibadah ini agar memberikan manfaat luas.
Optimalisasi fungsi masjid menjadi perhatian utama guna menyokong kemaslahatan umat.
“Pemkab siap melakukan intervensi dalam rangka mengoptimalisasi berjalannya masjid ini ke depan. Insyaallah kami siap untuk men-support,” katanya.
Pengembangan Masjid Nusantara Watu Sanggar memproyeksikan fungsi yang lebih luas, melampaui sekadar tempat salat.
Rencana besar mencakup pusat pendidikan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Kehadiran bangunan ini berpotensi besar menjadi destinasi wisata religi baru di Kabupaten Purbalingga yang mampu menggerakkan roda perekonomian warga lokal.
Sementara, Penanggung jawab proyek, Amir Panoto, menjelaskan bahwa pengerjaan fisik bangunan bermula sejak awal 2024.
Butuh waktu sekitar dua tahun bagi para pekerja untuk menyelesaikan detail rumit pada masjid tersebut.
“Masjid ini penuh dengan ornamen yang memadukan seni Islam dan budaya Jawa. Desainnya sangat kental dengan detail budaya Jawa,” kata Amir.
Sedangkan, secara teknis, bangunan ini menyimpan simbolisme mendalam. Terdapat 25 ornamen gunungan yang merepresentasikan jumlah nabi dan rasul.
Selain itu, bagian atap memiliki sembilan kubah menyerupai stupa sebagai penghormatan terhadap jasa Wali Songo.
Sementara lima kubah kecil di sekelilingnya melambangkan rukun Islam, menciptakan narasi visual yang megah tentang kebesaran Tuhan.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News

















