TABLOIDELEMEN.com – Pembalap muda Indonesia, Mario Suryo Aji, harus menelan pil pahit pada putaran ketiga Kejuaraan Dunia Moto2 2026 di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas.
Harapan untuk membawa pulang poin sirna setelah ia mengalami insiden yang menyebabkannya gagal menyentuh garis finis pada balapan yang berlangsung Senin, 30 Maret 2026 dini hari WIB.
Persaingan di lintasan Texas tersebut berlangsung penuh drama sejak menit awal.
Insiden fatal pada lap pertama memaksa pengawas lomba mengibarkan bendera merah (red flag).
Sehingga prosedur start harus terulang kembali. Meskipun situasi di lintasan cukup kacau.
Mario sebenarnya sempat menunjukkan performa yang menjanjikan saat balapan kembali berlanjut.
“Baik sebelum red flag maupun setelah restart, saya rasa balapannya cukup baik. Tapi pada akhirnya saya membuat kesalahan dan itu sepenuhnya tanggung jawab saya,” ungkap Mario melalui keterangan resmi tim.
Pembalap asal Magetan, Jawa Timur, tersebut mengakui bahwa kegagalan ini terasa sangat menyesakkan.
Pasalnya, ia merasa memiliki peluang besar untuk mengamankan posisi pencetak poin meskipun harus melewati rangkaian sesi latihan yang berat sejak hari pertama.
Kurangnya konsistensi dalam menjaga ritme balap menjadi faktor utama yang menghambat momentumnya sepanjang akhir pekan.
“Itu kesalahan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh terjadi lagi. Sangat membuat frustrasi karena setelah akhir pekan yang sulit saya masih percaya bisa mendapatkan sesuatu dari balapan ini, tetapi saya tidak bisa menyelesaikannya,” tambahnya dengan nada kecewa.
Menyikapi hasil minor ini, pembalap bernomor start 64 tersebut memilih untuk segera bangkit.
Ia fokus melakukan pemulihan kondisi serta membenahi aspek mentalitas agar tampil lebih solid pada seri berikutnya di Sirkuit Jerez, Spanyol.
Mario juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi kru tim yang terus mengupayakan setelan motor terbaik sepanjang akhir pekan di Amerika Serikat.
Sementara itu, podium utama Moto2 Amerika Serikat menjadi milik Senna Agius, yang sukses mengungguli Celestino Vietti dan Izan Guevara.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















