TABLOIDELEMEN.COM – Lebih dari 200 massa, mayoritas mahasiswa, menggelar demonstrasi bertajuk “Peringatan Darurat Indonesia Sekarat, Rakyat Menggugat” tepat depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat 12 Juni 2026
Peserta aksi menyuarakan kritik tajam terhadap berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengelolaan Danantara, penyesuaian harga BBM, hingga revisi Undang-Undang Polri.
Koordinator aksi dari BEM Universitas Diponegoro, Dika Kusuma, menyebut demonstrasi ini sebagai upaya mengawal kebijakan yang belum berpihak kepada rakyat.
Terkait program MBG, Dika menuntut evaluasi menyeluruh karena pemerintah tampak kurang matang dalam mengantisipasi persoalan.
“MBG bukan program yang sederhana. Penerapan program ini secara luas dan ketika muncul persoalan, pemerintah terkesan tidak memiliki langkah antisipasi yang matang. Karena itu kami menuntut evaluasi total terhadap MBG,” ujar Dika.
Selain itu, massa menyoroti kenaikan harga Pertamax yang membebani kelas menengah.
Dika khawatir peralihan konsumsi ke Pertalite memicu masalah baru apabila pemerintah gagal menyediakan strategi cadangan.
“Rumah tangga yang sebelumnya masih mampu menggunakan Pertamax bisa beralih ke Pertalite karena faktor harga. Jika penggunaan Pertalite meningkat tajam, pemerintah harus memiliki solusi yang jelas untuk mengantisipasinya,” lanjutnya.
Tuntutan lain mencakup audit transparan terhadap Danantara serta penolakan atas revisi UU Polri yang dianggap memperluas kewenangan kepolisian dalam ruang sipil.
“Danantara perlu diaudit secara terbuka agar masyarakat mengetahui sejauh mana kinerjanya dan apa manfaat yang sudah dirasakan,” tegas Dika.
Massa berharap pemerintah lebih terbuka menerima kritik serta segera memperbaiki kebijakan yang merugikan rakyat.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News













