TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah Kabupaten Purbalingga resmi menyambut 147 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk memulai pengabdian masyarakat selama dua bulan ke depan.
Membawa semangat “Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak”, para peserta KKN mengusung misi besar memperkuat resiliensi dan kemandirian desa.
Asisten Administrasi Umum Sekda Purbalingga, Siswanto, menerima langsung para mahasiswa tersebut di Operational Room Graha Adiguna pada Rabu 7 Januari 2026.
“Hadirnya kaum intelektual muda ini harus selaras dengan komitmen pemerintah daerah dalam membangun desa yang berdaya saing dan berkelanjutan,” katanya.
Ia meminta mahasiswa agar tidak sekadar menjalankan program formalitas, melainkan fokus pada satu atau dua proyek unggulan yang menyentuh kebutuhan rill warga.
“Program kerja harus tetap berjalan meski masa KKN telah usai. Mahasiswa pulang, namun manfaat yang tertinggal di desa wajib berkelanjutan,” tegas Siswanto saat memberikan pengarahan.
Pemerintah Kabupaten memetakan beberapa bidang strategis sebagai prioritas kerja. Pada sektor pemerintahan, mahasiswa mendapat mandat untuk mendorong digitalisasi pelayanan administrasi desa.
Sementara dalam bidang ekonomi, fokus utama menyasar penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemberdayaan UMKM lokal.
“Selain itu, para mahasiswa juga akan membantu menuntaskan masalah sosial melalui pendampingan bagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah di wilayah penempatan,” katanya.
Kepala LPPM Unsoed, Elly Tugiyanti, menjelaskan bahwa universitas menyebar para peserta di tiga wilayah kecamatan.
Kecamatan Rembang menjadi fokus utama dengan 126 mahasiswa yang tersebar di 12 desa, termasuk Desa Wlahar, Tanalum, dan Panusupan.
Sisanya, 11 mahasiswa bertugas di Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, serta 10 mahasiswa di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu.
Melalui penempatan strategis ini, Unsoed berharap para mahasiswa mampu memetakan potensi local.
“Serta menghadirkan solusi inovatif yang meningkatkan taraf hidup masyarakat perdesaan menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News


















