KPPMI Siapkan 300 Ribu Lulusan SMK untuk Pasar Global

SMK memegang peran strategis untuk memastikan siswa terserap secara optimal pada pasar kerja internasional. Sumber Foto: tkj.smkislam1blitar.sch.id
SMK memegang peran strategis untuk memastikan siswa terserap secara optimal pada pasar kerja internasional. Sumber Foto: tkj.smkislam1blitar.sch.id

TABLOIDELEMEN.com – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KPPMI) memperkuat komitmen untuk melindungi warga negara Indonesia yang berkarier di luar negeri.

Pemerintah kini memprioritaskan langkah preventif dengan menyiapkan kualitas calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak dari hulu melalui jalur pendidikan dan pelatihan vokasi yang matang.

Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia (PKVP), Abri Danar Prabawa, menegaskan pentingnya persiapan fundamental tersebut.

Dalam webinar “SMK Berani Mendunia” belum lama ini, Abri menjelaskan bahwa penguatan ekosistem perlindungan bermula dari kesiapan lembaga penyuplai tenaga kerja, termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sekolah kejuruan memegang peran strategis untuk memastikan siswa terserap secara optimal pada pasar kerja internasional.

Bacaan Lainnya

Peluang Sektor Kesehatan dan Maritim

Saat ini, beberapa sektor global mencatatkan peningkatan permintaan tenaga kerja yang cukup signifikan.

Industri kesehatan, teknologi, dan maritim menjadi ladang potensial bagi tenaga kerja asal Indonesia.

Abri mencermati fenomena aging population atau penuaan penduduk di berbagai negara maju sebagai peluang emas bagi angkatan kerja muda Indonesia.

“Indonesia memiliki bonus demografi yang puncaknya terjadi pada 2045. Sementara itu, negara-negara tujuan mengalami krisis tenaga kerja karena penduduk usia tua yang mendominasi,” ungkap Abri

Kondisi ini menuntut Indonesia untuk bertindak cepat dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikasi internasional.

Target Program Unggulan Pemerintah

Merespons situasi tersebut, KPPMI mendukung penuh program Quick Win tahun 2025 di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

Program ini menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja pada berbagai sektor, mulai dari perawat (nurse), pengasuh (caregiver), hingga pengemudi truk dan pengelas (welder).

“Dari total target tersebut, pemerintah mengalokasikan jatah khusus bagi lulusan SMK sebanyak 300.000 orang, sementara sisanya untuk masyarakat umum,” katanya.

Kolaborasi ini turut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar.

KPPMI juga menjalin kerja sama erat dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna menyusun konsep implementasi teknis di sekolah-sekolah.

Melalui agenda “SMK Go Global”, pemerintah optimistis lulusan vokasi mampu meraih sertifikasi global serta mendapatkan perlindungan yang lebih maksimal saat bekerja di mancanegara.

 

 

 

Pos terkait