ebeg

Kesenian Ebeg, Ternyata Digemari Pemuda Purbalingga

Masyarakat Purbalingga khususnya para pemuda tentu tidak asing lagi dengan kesenian Ebeg atau yang biasa di sebut dengan kuda lumping.

Baca Juga : Wakil Bupati Purbalingga Sudono: Terus Tingkatkan Cakupan Vaksinasi Covid-19

Ebeg memadukan unsur tari dan magis sehingga menarik untuk disaksikan, sudah ada sejak zaman dulu kala, sekitar abad ke-9.

Biasanya pemainnya laki-laki. Namun tidak jarang juga perempuan ikut serta memainkan kesenian ini.

Menurut Wikipedia Ebeg merupakan bentuk kesenian tari daerah Banyumas yang menggunakan boneka kuda yang terbuat dari anyaman bambu dan kepalanya diberi ijuk sebagai rambut.

Tarian Ebeg di daerah Banyumas menggambarkan prajurit perang yang sedang menunggang kuda. Gerak tari yang menggambarkan kegagahan diperagakan oleh pemainnya.

Bukannya ketinggalan jaman, kesenian ini justru semakin populer apalagi di kalangan anak muda jaman sekarang, karena identik dengan “mendem”.

Dalam kesenian ini, ada atraksi yang paling di tunggu penonton yaitu janturan. Janturan adalah di rasukinya pemain oleh mahkluk halus sehingga seperti orang kehilangan kesadaran atau biasa di sebut mendem.

Baca Juga : Pakai Parfum Beralkohol Saat Salat, Sah atau Tidak?

Tinggalkan Balasan