2. Pengenalan Potensi Diri
Memasuki pelaksanaan MPLS, kegiatan pertama berfokus pada pengenalan potensi diri peserta didik.
Sekolah memberikan berbagai aktivitas yang membantu siswa mengenali bakat, minat, kesiapan belajar
Serta kebutuhan dukungan yang mungkin berguna selama mengikuti proses pendidikan.
Pada jenjang SMP, peserta didik juga mengikuti serangkaian asesmen yang meliputi identifikasi kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar, asesmen literasi membaca dan numerasi, serta identifikasi bakat dan minat.
Hasil asesmen ini menjadi dasar bagi guru, kepala sekolah, dan orang tua dalam merancang strategi pembelajaran maupun pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Dengan demikian, setiap siswa memperoleh kesempatan berkembang secara optimal sesuai potensinya.
3. Pengenalan Warga Sekolah
Tahapan berikutnya adalah memperkenalkan seluruh warga sekolah kepada peserta didik baru.
Melalui berbagai kegiatan interaktif, siswa memperoleh kesempatan bersua dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, kakak kelas, serta teman-teman seangkatannya.
Kegiatan ini bertujuan membangun hubungan yang hangat, saling menghormati, dan penuh rasa kekeluargaan.
Sejak awal, peserta didik menyerap rasa aman sebagai bagian dari keluarga besar sekolah.
Sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial yang baru secara lebih mudah.
Suasana yang akrab dan positif juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang harmonis dan inklusif.

Awali dengan kepedulian, niscaya akan menjadi gagasan dalam menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita



















