Semangat Inklusif: Teachers Day for All
Tema “Merawat Semesta dengan Cinta” secara luas mengajak guru untuk tidak hanya mendidik manusia, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan alam semesta.
Pendidikan bukan lagi proses transfer ilmu, melainkan proses penyadaran agar manusia menjadi makhluk yang beriman, berilmu, dan berakhlak.
Sejalan dengan tema tersebut, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menegaskan bahwa peringatan HGN 2025 di bawah Kemenag juga membawa semangat inklusif melalui tagline “Teachers Day for All” atau Hari Guru untuk Semua.
“Tahun ini, Hari Guru tidak hanya milik guru madrasah. Peringatan ini juga milik semua guru di Indonesia lintas iman dan lintas lembaga,” katanya.
Suyitno menyebut, cinta yang dimaksud dalam tema HGN adalah cinta yang memanusiakan manusia.
Cinta ini menumbuhkan empati, membangun kedamaian, dan menyalakan semangat merawat kehidupan.
“Mengajar dengan cinta adalah kunci membangun peradaban. Itulah makna tema kita tahun ini,” tutur Suyitno.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News
















