Potret Perjuangan Warti
Film mengisahkan Warti, gadis 16 tahun yang Darti Yatimah perankan, telah menjadi ibu muda.
Warti berjuang menyusui bayinya, Cahyo (Adzfar AI Kautsar), walau stres dan gizi buruk membuat Air Susu Ibu (ASI) tidak keluar.
Suaminya, Supri (Sigit Blewuk), justru larut dalam judi online dan kekerasan.
Dari balik tumpukan bulu mata palsu yang ia rangkai untuk bertahan hidup, Warti mencari kekuatan mengambil keputusan besar.
Yakni bertahan dalam rumah tangga beracun atau menyelamatkan diri dan anaknya.
Sutradara Misya Latief, dalam rilisnya pada Rabu, 12 November 2025, menuturkan Film ini menjadi simbol kebanggaan terhadap bahasa ibu dan akar budaya lokal.
Ia menilai, film “Judheg” merupakan bentuk keprihatinan terhadap nasib para perempuan muda di pedesaan.
“Lewat film ini, kami tentunya ingin mengajak penonton melihat bagaimana tubuh perempuan menyimpan luka, lelah, dan kekuatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, di balik kemacetan ASI, ada cerita tentang kelelahan batin dan tekanan hidup luar biasa.
Namun juga ada kasih dan keteguhan seorang ibu muda yang memilih bertahan hidup bersama anaknya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News


















