TABLOIDELEMEN.com – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengajak seluruh komponen masyarakat Jateng untuk proaktif menjaga kondusifitas wilayah
Hal ini menjadi satu dari empat hal yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Empat itu adalah keamanan pasokan pangan, pengaturan lalu lintas, kesiapan tempat tujuan wisata libur akhir tahun serta kondusivitas wilayah yang tetap terjamin.
“Kita akan pantau terus harga dan pasokan bahan pangan, karena beberapa harga komoditas pokok mulai merangkak naik,” ungkapnya di gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Kamis 15 Desember 2022
Mulai minggu ini, jelas gubernur, berbagai persiapan dalam menyambut hari Natal sudah mulai dimatangkan. Maka berbagai komoditas pokok di tengah- tengah masyarakat harus dipastikan ketersediaannya.
berdasarkan pantauan tim pengendali inflasi daerah, sejumlah harga komoditas pokok tersebut telah mengalami kenaikan.
“Hal ini dipicu oleh ketersediaan beberapa komoditas pokok masyarakat yang belum maksimal, akibat beberapa di antaranya belum memasuki masa panen,” jelasnya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah ini juga menyampaikan, selain ketersediaan dan hara pangan, persoalan pengaturan lalu lintas juga perlu mendapatkan perhatian dari para pemangku kepentingan, termasuk kesiapan alat- alat transportasi yang ada.
Selanjutnya, tambah Ganjar, tentu juga kesiapan berbagai tempat- tempat tujuan pariwisata.
“Rasa- rasanya, pada libur Natal dan tahun baru besok akan cukup ramai,” tegas Ganjar.
Di luar hal- hal teknis tersebut, yang juga penting mendapakan perhatian adalah kondusifitas wilayah yang harus terus dirawat dan dijaga.
Untuk itu Gubernur mengimbau kepada masyarakat agar pada Nataru 2023, semua komponen bisa saling menghormati dan mengembangkan semangat toleransi.
“Saya mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk perayaan Natal besok, kita bisa saling menghormati agama apapun,” tegasnya.
Khususnya pada perayaan Natal nanti, Ganjar berharap masyarakt umum bisa turut merasakan sukacitanya. Sehingga toleransi beragama yang kuat bisa muncul dari Jawa Tengah.
“Dengan cara itu, kondusifitas daerah akan terwujud dan bisa ditunjukkan oleh masyarakat yang ada di Jawa Tengah ini,” katanya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update informasi pilihan lainnya dari kami di Google News