TABLOIDELEMEN.com – Perjalanan mudik Lebaran 1447 H menuju Kabupaten Purbalingga atau jalur selatan Jawa menawarkan sensasi berbeda bagi mereka yang jenuh dengan kepadatan utama.
Alih-alih terjebak dalam arus yang monoton, pemudik dapat mengarahkan kemudi keluar dari pintu tol Pemalang.
Jarak tempuh sejauh 66 kilometer membentang, menjanjikan pelukan alam yang asri sebelum kaki berpijak di tanah kelahiran.
Petualangan bermula dari perempatan Gandulan, titik pertemuan antara jalur Pantura dan Lingkar Luar Pemalang.
Saat kendaraan melaju ke arah selatan memasuki wilayah Si Randu, papan ucapan selamat jalan Kota Pemalang menyapa dengan hangat.
Tak lama kemudian, deretan pohon jati yang menjulang tinggi menghadirkan payung hijau yang menyejukkan mata.
Aroma tanah dan rimbunnya dedaunan seketika menghapus penat akibat menempuh perjalanan panjang di aspal tol yang panas.
Siluet Megah Gunung Slamet
Lepas dari Kecamatan Bantarbolang, lanskap berubah menjadi lukisan alam yang kian dramatis.
Gugusan perbukitan yang mengepung Gunung Slamet perlahan muncul, menciptakan siluet megah pada cakrawala.
Para pemudik, baik yang mengendarai mobil pribadi maupun sepeda motor, sering kali terkesima melihat kemolekan alam yang tersaji secara cuma-cuma ini.
Udara yang semula hangat perlahan berganti menjadi embusan angin pegunungan yang segar dan menusuk pori-pori saat memasuki Kecamatan Randudongkal menuju Belik.
Kenyamanan pemudik tetap terjaga berkat ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai.
Sepanjang lintasan ini, empat SPBU berdiri dengan area parkir luas yang siap melayani segala kebutuhan teknis kendaraan.
Fasilitas umum seperti minimarket, layanan ganti oli, hingga musala dan toilet yang bersih menjadi tempat singgah ideal untuk melepas lelah sejenak sebelum melanjutkan sisa perjalanan.
Sinergi Alam dan Kewaspadaan
Pengalaman melintasi jalur alternatif ini meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang pernah menjajalnya.
Endang, seorang pemudik tujuan Purwokerto yang rutin melintas sejak tahun 2021, mengakui bahwa rute ini memiliki daya tarik magis yang tidak ia temukan di jalur lain.
Baginya, jalur Pemalang-Purwokerto via Belik merupakan pilihan cerdas bagi mereka yang memuja keindahan alam sekaligus ingin menghindari kebosanan selama perjalanan mudik.
“Jalur ini bagus untuk para pemudik yang menggunakan sepeda motor ataupun kendaraan pribadi. Jalurnya asyik, sejuk, pemandangan alam yang indah, namun pengguna jalan tetap harus waspada dan berhati-hati,” ungkap Endang
Meskipun menawarkan kesejukan, kontur jalan yang berkelok menuntut konsentrasi penuh dari para pengemudi.
Sembari menikmati setiap jengkal kemolekan Purbalingga, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama.
Tentunya agar momen Lebaran berakhir dengan pertemuan indah bersama keluarga tercinta.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News


















