minyak1

Ini Alasan Pemkab Purbalingga Lakukan Intervensi Harga Minyak Goreng Hanya di 20 Desa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga melakukan intervensi harga minyak goreng di pasaran. Hal ini bertujuan meringankan beban masyarakat .

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga Johan Arifin, , jelang natal dan tahun baru (Nataru) lalu, harga minyak goreng di pasaran mengalami gejolak termasuk di Kabupaten Purbalingga.

“Dalam beberapa waktu ini khususnya Nataru harga kebutuhan pokok termasuk minyak goreng naik. Kondisi ini tentu saja memberatkan masyarakat,” kata usai pemberangkatan tim operasi pasar minyak goreng  tahun 2022 dari halaman Pendopo Dipokusumo, Rabu (5 Januari  2022).

Johan merinci, ada 4 Kecamatan yang menjadi sasaran penerima manfaat dan setiap Kecamatan adalah 5 Desa.Alasan dipilihnya 4 Kecamatan serta 20 Desa yang menjadi sasaran penerima manfaat.

Kemiskinan ekstrem di 20 Desa harus mendapat intervensi dari berbagai pihak termasuk Pemkab Purbalingga. Dirinci, alokasi untuk Kecamatan Bukateja (1.026 liter), Kejobong (868 liter), Karanganyar (988 liter) dan Kutasari (540 liter)

“Pada hari biasa, harga minyak goreng berada di kisaran Rp 15 ribu dan akhir-akhir ini harganya bergejolak yaitu Rp antara Rp 19-20 ribu. Sehingga kita harus melakukan intervensi agar masyarakat tidak terlalu terbebani. Alasan dipilihnya Desa tersebut adalah kemiskinan ekstrem yang harus juga mendapatkan intervensi,” katanya

 

 

Tinggalkan Balasan