TABLOIDELEMEN.com – HR Bambang Irawan terpilih Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 23 Kabupaten Purbalingga untuk periode 2026-2030.
Proses pengambilan keputusan berlangsung dalam Musyawarah Wilayah RAPI (Muswil) XI Kabupaten Purbalingga di ruang OR Graha Adhiguna, Sabtu 11 April 2026 malam
Usai penetapan, Bambang Irawan menyampaikan komitmen penuh untuk memajukan RAPI Purbalingga dengan tanggung jawab yang besar.
Ia menyatakan kesiapan menerima amanah ini guna memberikan kontribusi maksimal bagi perkembangan organisasi.
Menurutnya, RAPI memiliki akar sosial yang kuat sehingga harus terus memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.
Visi kepemimpinan Bambang berfokus pada penguatan internal sebagai langkah awal transformasi organisasi.
Pihaknya berencana menjalin komunikasi intensif dengan para senior dan seluruh pengurus untuk memastikan setiap program kerja berjalan optimal.
“Soliditas internal menjadi kunci utama sebelum RAPI terjun lebih jauh ke tengah masyarakat dalam pelayanan informasi,” tegasnya.
Selain pembenahan internal, Bambang Irawan menekankan pentingnya kolaborasi eksternal yang strategis.
Ia akan segera membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Forkopimda, hingga jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kerjasama ini bertujuan memperkuat peran RAPI dalam mendukung program pembangunan daerah, terutama pada sektor komunikasi dan kebencanaan.
Beberapa instansi yang menjadi mitra strategis ke depan meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo).
“Kolaborasi tersebut mencakup kegiatan kemasyarakatan yang memerlukan koordinasi komunikasi yang cepat dan akurat,” katanya.
Bambang Irawan meyakini bahwa organisasi yang solid dan komunikatif akan memberikan dampak positif yang luas.
Ia mengajak seluruh anggota bersatu padu dalam semangat kebersamaan demi mengharumkan nama RAPI di wilayah Purbalingga.
“Kepercayaan para anggota menjadi modal berharga bagi pengurus baru untuk mewujudkan organisasi yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat,” pungkasnya.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita













