TABLOIDELEMEN.com – Semangat pelestarian alam kini merambah birokrasi Kabupaten Purbalingga.
Terinspirasi kebijakan Bupati Fahmi Muhammad Hanif yang mengganti karangan bunga dengan bibit pohon pada Hari Jadi ke-195, ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu mengikuti langkah serupa.
Aksi nyata ini mewarnai momen penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan mereka di Alun-Alun Purbalingga, Rabu 24 Desember 2025.
Lebih dari 2.800 bibit pohon terkumpul dari swadaya para pegawai baru tersebut.
Alih-alih merayakan pelantikan dengan selebrasi formal yang menyisakan sampah, mereka memilih membawa bibit dari rumah masing-masing sebagai simbol rasa syukur.
Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan lingkungan yang kerap menghantui wilayah Purbalingga dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini murni merupakan wujud kepedulian kami terhadap masa depan daerah,” kata Eko Triadi, pengajar dari SD Negeri 1 Kalikabong.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan daerah sambil berharap aksi ini mampu menciptakan suasana Purbalingga yang lebih asri dan damai.
Senada dengan Eko, perwakilan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menyebut tindakan sederhana tersebut sebagai pesan kepada masyarakat luas agar lebih mencintai lingkungan sekitar.
“Ini merupakan pesan kecil dari kami kepada masyarakat luas agar lebih mencintai lingkungan sekitar,” katanya.
Penyebaran bibit ini pun menyasar titik-titik krusial yang membutuhkan perhatian khusus.
Haryanto dari BPBD Kabupaten Purbalingga menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan penanaman di wilayah utara seperti Karangreja dan Sirau.
“Wilayah-wilayah tersebut memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor saat musim penghujan tiba,” katanya.
Para PPPK terlantik sengaja memilih jenis pohon keras dan buah-buahan. Akar pohon keras berfungsi memperkuat struktur tanah guna mencegah erosi.
Sementara pohon buah menjanjikan manfaat ekonomi bagi warga di masa depan.
Kolaborasi antara kebijakan pimpinan dan kesadaran pegawai ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bermula dari langkah kecil yang konsisten.
Melalui ribuan bibit yang tertanam, Purbalingga kini menapakkan kaki menuju kabupaten yang lebih hijau dan aman dari ancaman bencana alam.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News
















