Regenerasi Tanaman Tekan Pasokan Cabai Banyumas
Menurut Gatot, petani saat ini menjalankan proses regenerasi tanaman.
Petani menghabiskan produksi dari tanaman lama, sedangkan tanaman baru masih menunggu masa panen.
“Petani sedang regenerasi tanaman. Menghabiskan sisa tanam, kemudian yang baru ini masih menunggu panen,” kata Gatot.
Karena itu, harga cabai rawit berpeluang kembali mereda setelah tanaman baru mulai menghasilkan panen.
Gatot berharap pasokan kembali normal sehingga tekanan harga pada pasar Banyumas berkurang.
Selain cabai, harga daging sapi turut naik. Keterbatasan pasokan sapi menjadi salah satu faktor karena belum ada penambahan ternak sejak momentum Idul Adha.
“Pasokannya agak terbatas, sehingga harga daging sapi naik dari kisaran Rp170.000 per kilogram menjadi Rp180.000 per kg,” katanya.
Kondisi serupa mulai terlihat pada beras curah.
Gatot menyebut sebagian petani cenderung menyimpan hasil panen untuk kebutuhan sendiri karena memasuki masa paceklik sambil menunggu musim hujan.
Harga beras IR-64 biasa naik Rp500 menjadi Rp15.000 per kilogram dari sebelumnya Rp14.500.
Sementara IR-64 super bergerak dari Rp16.500 menjadi Rp17.000 per kilogram.
Pergerakan harga sejumlah komoditas itu menjadi perhatian karena cabai, daging sapi, dan beras termasuk kebutuhan pangan yang rutin masyarakat.
Perubahan pasokan pada tingkat petani dapat segera memengaruhi harga jual di pasar.
Karena itu, pemantauan harga membantu pemerintah melihat perkembangan komoditas.
Sekaligus mengantisipasi tekanan harga yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Pedagang dan pembeli juga dapat mencermati perubahan harga harian agar transaksi berlangsung lebih terukur.
Meski harga beras curah meningkat, stok beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Bulog masih aman untuk kebutuhan masyarakat.
“Namun untuk ketersediaan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Bulog masih aman dan mencukupi kebutuhan,” katanya.
DPKUKM bersama pihak terkait terus memantau harga dan pasokan berbagai kebutuhan pokok.
Langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan pangan sekaligus membantu pengendalian inflasi di Banyumas.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News













