Festival Anak Desa ke-6 Dusun Brobahan Serang Purbalinga Populerkan Kembali Permainan Tradisional Jawa

Desa Wisata Serang Karangreja menggelar Festival Anak Desa ke-6. Ajang ini menghadirkan pasar tradisional dan melestarikan permainan anak Nusantara.
Desa Wisata Serang Karangreja menggelar Festival Anak Desa ke-6. Ajang ini menghadirkan pasar tradisional dan melestarikan permainan anak Nusantara.

TABLOIDELEMEN.COM – Desa wisata Serang Kecamatan Karangreja sukses menggelar agenda tahunan bertajuk Festival Anak Desa ke-6 di Dusun Brobahan.

Kegiatan edukatif ini berlangsung meriah selama tiga hari berturut-turut, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026.

Acara tersebut menghadirkan berbagai sajian hiburan rakyat yang menyedot perhatian warga setempat maupun wisatawan luar daerah.

Bacaan Lainnya

Selain menyuguhkan beragam pertunjukan seni daerah, panitia menyajikan panggung permainan tradisional bagi generasi muda.

Penyelenggara menyiagakan pasar desa serta puluhan stan pangan lokal yang memberi ruang promosi efektif bagi produk unggulan kreasi masyarakat.

Gaya transaksi unik mewarnai seluruh area kegiatan pasar budaya tersebut.

Panitia memberlakukan alat tukar khusus berupa lempeng kayu berbentuk kotak dengan penanda nominal tertentu.

Pengunjung harus menukarkan uang rupiah mereka terlebih dahulu sebelum membeli makanan atau cenderamata di lokasi.

Upaya Melestarikan Budaya Tradisional Anak Desa Serang

Inisiatif kreatif masyarakat ini menjadi wahana rekreasi sekaligus edukasi sejarah bagi anak-anak.

Kepala Desa Serang Sugito memaparkan bahwa festival ini mengusung misi utama menyelamatkan warisan leluhur.

Menurutnya, Festival Anak Desa menjadi salah satu upaya untuk melestarikan budaya Jawa yang mulai ditinggalkan generasi muda.

“Salah satunya permainan tradisional yang semakin jarang dimainkan anak-anak karena pengaruh penggunaan gawai,” katanya.

Sugito optimistis ajang seni budaya mampu menumbuhkan rasa cinta generasi penerus terhadap identitas bangsa.

Kegiatan ini terbukti efektif menarik minat anak-anak untuk aktif bergerak di luar ruangan.

“Ternyata permainan tersebut tidak kalah seru dan menarik dari permainan di gawai,” kata Sugito.

Ia menegaskan, Pemerintah desa terus berkomitmen menjaga kelangsungan acara budaya pada masa mendatang.

“Pengelola sudah merancang program rutin agar anak-anak mengenal olahraga tradisional seperti egrang, lompat tali, hingga kelereng secara berkelanjutan,” katanya

 

 

 

 

Pos terkait