Evakuasi Jenazah Syafiq Ali Dipastikan Lewat Jalur Gunung Malang

Relawan yang tergabung dalam SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Kabupaten Magelang yang sempat hilang di Gunung Slamet, dalam kondisi meninggal dunia dari jurang kedua di lereng pos tujuh jalur pendakian Gunung Malang, tepatnya pada area Watu Langgar, Kamis 15 Januari 2026. Sumber Foto: Basarnas Kantor SAR Semarang
Relawan yang tergabung dalam SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Kabupaten Magelang yang sempat hilang di Gunung Slamet, dalam kondisi meninggal dunia dari jurang kedua di lereng pos tujuh jalur pendakian Gunung Malang, tepatnya pada area Watu Langgar, Kamis 15 Januari 2026. Sumber Foto: Basarnas Kantor SAR Semarang

TABLOIDELEMEN.com –  Tim SAR gabungan memutuskan mengalihkan jalur evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18) menuju Pos Pendakian Gunung Malang, Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, Kamis 15 Januari 2026.

Langkah ini terpaksa lantaran medan menuju jalur pendakian Dipajaya, Pemalang, sangat sulit dan membahayakan petugas.

Kapolsek Karangreja, AKP Arisno, mengonfirmasi perubahan rute tersebut setelah meninjau kondisi lapangan yang ekstrem.

Ia menjelaskan bahwa membawa jenazah melalui Desa Clekatakan akan memakan waktu lebih lama dan risiko keselamatan yang lebih besar.

“Saat ini, tim evakuasi tengah berjuang menuruni lereng curam untuk membawa pulang raga pendaki asal Magelang tersebut,” kata AKP Arisno melalui sambungan telepon.

Bacaan Lainnya

“Kami memprediksi jenazah akan sampai di Pos Gunung Malang dalam waktu sekitar empat jam. Kami sudah menyiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan tim,” imbuh AKP Arisno.

Sementara itu, Tim Dokkes Polres Purbalingga telah bersiaga di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata guna melakukan proses identifikasi dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Hilang Selama Tujuh Belas Hari

Penemuan Syafiq mengakhiri pencarian panjang selama 17 hari sejak ia dilaporkan hilang pada Minggu 27 Desember 2025.

Tim relawan yang tergabung dalam SAR  gabungan menemukan posisi korban dalam kondisi meninggal dunia pada area punggungan lereng Gunung Malang, tepatnya di batas vegetasi yang minim perlindungan.

Tragedi ini bermula saat Syafiq mendaki bersama rekannya, Hirmawan Haidar Bahran, melalui jalur Dipajaya pada Sabtu 27 Desember 2025.

Syafiq memutuskan turun lebih awal seorang diri guna mencari bantuan karena Hirmawan mengalami cedera saat pendakian.

Nahas, Tim SAR justru menemukan Hirmawan terlebih dahulu, sementara keberadaan Syafiq sempat menjadi misteri selama berminggu-minggu.

Meskipun Operasi SAR resmi telah berakhir pada 8 Januari lalu, semangat para relawan mandiri tidak surut. Mereka terus menyisir semua koordinat.

Pos terkait