TABLOIDELEMEN.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Purbalingga berkolaborasi strategis dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Mitra Permata Husada (MPH).
Kedua belah pihak meresmikan kerja sama Program Anak Ceria Jipat melalui penandatanganan kesepakatan di Aula Dinpendukcapil Purbalingga, Senin 19 Januari 2026.
Inovasi ini memungkinkan bayi yang baru lahir di Kabupaten Purbalingga langsung mengantongi empat dokumen penting sekaligus.
Dokumen tersebut meliputi Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan.
Langkah ini memangkas birokrasi panjang yang selama ini sering menjadi beban bagi para orang tua pascapersalinan.
Luncurkan Program Anak Ceria Jipat
Kepala Dinpendukcapil Purbalingga, Bambang Widjonarko, menjelaskan bahwa program tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat dan terpadu.
Menurut Bambang, proses pengurusan kini berpindah sepenuhnya ke fasilitas kesehatan, sehingga keluarga pasien tidak perlu lagi mendatangi kantor dinas secara terpisah.
“Kami memandang efisiensi waktu dan tenaga sebagai prioritas utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima dan inovatif,” katanya.
Sejauh ini, layanan Anak Ceria Jipat telah menjangkau seluruh rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kabupaten Purbalingga.
Bambang menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan program ini dengan merangkul klinik swasta, bidan praktik mandiri, hingga rumah sakit di luar daerah.
Strategi ini bertujuan memastikan setiap anak memiliki identitas resmi dan jaminan kesehatan sejak hari pertama kelahiran.
Direktur RSIA MPH Purbalingga, Edi Murratdhi, menyambut baik inisiatif pemerintah daerah tersebut.
Ia menilai program ini memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi fasilitas kesehatan serta sangat meringankan beban masyarakat.
“Kepastian identitas dan jaminan kesehatan sejak dini merupakan langkah strategis dalam menjamin hak-hak dasar serta masa depan setiap anak di Purbalingga,” katanya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News
















