TABLOIDELEMEN.com – Gedung Merdeka menjadi saksi bisu lahirnya sebuah kesepakatan monumental yang mengubah peta geopolitik dunia pada tahun 1955.
Presiden Soekarno bersama para pemimpin bangsa Asia dan Afrika berhasil merumuskan Dasasila Bandung sebagai pedoman kerja sama internasional.
Prinsip-prinsip ini mencerminkan semangat kemerdekaan serta penolakan tegas terhadap segala bentuk penjajahan yang masih mencengkeram banyak negara saat itu.
Lahirnya sepuluh poin kesepakatan ini berawal dari keinginan kuat Bung Karno untuk menciptakan blok baru yang netral di tengah persaingan Perang Dingin.
Bung Karno menegaskan bahwa persatuan bangsa-bangsa bekas jajahan merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas kawasan.
Melalui diplomasi yang cerdas, para delegasi mencapai mufakat demi menjunjung tinggi hak asasi manusia serta kedaulatan wilayah.
Dasasila Bandung
Dasasila Bandung memuat nilai-nilai luhur yang hingga kini masih relevan bagi hubungan antarnegara.
Berikut merupakan sepuluh poin penting hasil kesepakatan tersebut:
- Menghormati hak-hak dasar manusia serta tujuan dan prinsip dalam Piagam PBB.
- Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
- Mengakui persamaan semua suku bangsa serta persamaan semua bangsa besar maupun kecil.
- Menghindari intervensi atau campur tangan dalam persoalan dalam negeri negara lain.
- Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif sesuai Piagam PBB.
- Menolak penggunaan pengaturan pertahanan kolektif untuk melayani kepentingan khusus negara besar manapun.
- Menghindari tindakan atau ancaman agresi serta penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik suatu negara.
- Menyelesaikan segala perselisihan internasional secara damai melalui perundingan, persetujuan, arbitrase, atau cara damai lainnya.
- Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama.
- Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.
Keberhasilan Bung Karno dalam menyatukan pandangan yang beragam ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat internasional.
Indonesia seketika muncul sebagai kekuatan diplomatik baru yang mampu memediasi kepentingan negara-negara berkembang di panggung global.
Penerapan poin-poin tersebut terbukti efektif dalam meredam ketegangan antarbangsa yang baru saja meraih kemerdekaan.
Solidaritas yang terbangun melalui Dasasila Bandung mempercepat proses dekolonisasi di berbagai belahan dunia, terutama di Benua Afrika.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google Berita

















