Merajut Harmoni Lewat Pentas Seni Lintas Iman
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Purbalingga, KH Nurcholis Masrur, menekankan bahwa tujuan utama pembentukan Pelita adalah mencegah potensi konflik horizontal.
Ia meminta para pemuda bekerja keras menyebarkan “virus positif” perdamaian guna mengikis rasa saling curiga dan benci.
“Dengan demikian, Purbalingga dapat terus melaju sebagai daerah yang harmonis dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” katanya.
Suasana acara berubah menjadi panggung persatuan yang mengharukan saat sesi pentas seni budaya dimulai.
Beragam komunitas keagamaan bergantian unjuk gigi menampilkan kekayaan seni mereka.
Perwakilan Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia (GSPdI) Filadelphia Kalimanah membuka sesi dengan alunan musik keroncong yang syahdu.
Menyusul kemudian paduan suara kontemplatif dari Gereja Katolik Paroki Santo Agustinus.
Tak berhenti di situ, semangat kebangsaan semakin terasa ketika pelajar SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga menyuguhkan Tari Saman yang rampak dan enerjik.
Ormas LDII turut ambil bagian dengan menampilkan atraksi pencak silat Persinas Asad yang gagah.
Sebagai penutup, aksi lincah Tari Barongsai dari Klenteng Hok Tek Bio berhasil memukau seluruh hadirin.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google News

















