TABLOIDELEMEN.com – Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, meresmikan penyederhanaan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) melalui pelantikan lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Pendopo Dipokusumo, Senin 12 Januari 2026.
Langkah strategis ini memangkas jumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari 27 menjadi 23 instansi guna menciptakan birokrasi yang lebih efisien.
Fahmi menegaskan bahwa penataan kelembagaan tersebut bertujuan membentuk pemerintahan yang ramping, kaya fungsi, namun tetap bekerja secara profesional.
Lima pejabat yang menempati posisi baru hasil penggabungan urusan tersebut antara lain Agung Widiarto sebagai Kepala Dindagkop UKM serta Bambang Triono menjadi Kepala DLHPKP.
Selain itu, Muhammad Fathurrohman menjabat Kepala Dinsospermasdes PPPA, Jusi Febrianto memimpin Dinkesdalduk KB, dan Prayitno mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan.
Kehadiran Wakil Bupati Dimas Prasetyahani serta Sekretaris Daerah Herni Sulasti dalam prosesi ini memperkuat komitmen perubahan sistemik tersebut.
Fahmi memandang penyesuaian SOTK bukan sekadar perubahan nama, melainkan upaya membangun koordinasi yang lebih cair dan terintegrasi.
Ia menuntut perubahan sikap dan prinsip kerja dari seluruh pimpinan OPD agar visi pelayanan publik semakin optimal.
Melalui struktur yang lebih sederhana, masyarakat diharapkan dapat langsung merasakan manfaat layanan yang lebih cepat.
“Serta tepat sasaran karena hilangnya sekat birokrasi yang sebelumnya sering bersinggungan,” katanya.
Selain fokus pada tata kelola, Bupati Fahmi juga menyoroti kelanjutan pembangunan infrastruktur melalui program “Alus Dalane”.
Meski telah mengalokasikan Rp122 miliar pada tahun 2025, ia mengakui masih banyak ruas jalan yang memerlukan penanganan intensif.
“Pemkab Purbalingga berupaya memaksimalkan keterbatasan anggaran untuk memperbaiki aksesibilitas warga demi mendongkrak denyut ekonomi lokal,” katanya.
Lebih lanjut, Fahmi menginstruksikan dinas hasil penggabungan agar aktif mengatasi kemiskinan ekstrem dan memperluas lapangan kerja.
Ia menekankan pentingnya pengolahan komoditas unggulan di dalam daerah agar nilai tambah ekonomi menyentuh langsung para pelaku UMKM.
“Kemajuan sejati Purbalingga bergantung pada kemampuan pemerintah mengolah potensi mentah menjadi produk bernilai tinggi,” tegasnya.
“Serta mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News













