TABLOIDELEMEN.com – Hamparan rumput sintetis Desa Merden, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara menjadi saksi kisah hidup seorang figur fenomenal, Rokhman Supriyadi dalam lembaran kertas.
Hari Rabu 24 September 2025 menjadi penanda sejarah peluncuran buku biografi Rokhman’s Way yang merangkum totalitas perjalanan Rokhman Supriyadi, pendiri sekaligus pemilik Diklat Merden.
Sebuah upacara sederhana menandai peluncuran buku setebal 200 halaman dari penulis Budi Hartono langsung kepada Rokhman Supriyadi.
Rokhman’s Way dengan penerbit Zahira Media dan mempunyai bernomor ISBN 978-634-7169-19-8 menghadirkan rekaman jejak lengkap.
Pembaca akan menemukan kisah masa kecil Rokhman, perjuangan sewaktu merantau, jatuh bangun membangun fondasi bisnis, kiprah dalam dunia olahraga.
Serta, perannya sebagai inovator, hingga sepak terjangnya dalam gelanggang politik.
Rokhman Supriyadi, kini juga menjabat anggota DPRD Banjarnegara, menyampaikan terima kasih atas penulisan biografinya.
Ia berharap buku ini memungkinkan pembaca mengetahui secara utuh perjalanan hidupnya
Mulai dari waktu kanak-kanak, menimba ilmu, mendirikan bisnis, membangun Diklat Merden, melakukan dakwah, serta berjuang dalam politik.
“Saya berharap buku meraih sukses di tengah masyarakat,” katanya.
Figur Fenomenal Rokhman Supriyadi
Budi Hartono, sang penulis, mengakui ketertarikannya pada sosok Rokhman Supriyadi karena kepribadiannya yang dianggap luar biasa.
Budi telah mengenal figur ini sejak 2005. Saat itu, keduanya terlibat dalam persaingan ketat Liga Remaja.
Yakni Rokhman membimbing tim Persibara Yunior, sedangkan Budi menangani Persibas Yunior.
Interaksi intensif mulai pada tahun 2011. Kala itu, Budi aktif meliput berita olahraga untuk Suara Merdeka, sementara Rokhman menduduki posisi General Manager Persibangga Purbalingga yang berkompetisi Divisi II.
Sepak terjang Rokhman melahirkan berita-berita menarik. Budi selalu memuat kisahnya dalam media cetak.
Contohnya, ia berhasil membawa Persibangga mencetak sejarah sebagai juara I Divisi II nasional sekaligus promosi ke Divisi I pada tahun 2011.
Musim berikutnya, klub yang sama dibawanya meraih runner up Divisi I dan berhak naik kasta ke Divisi Utama.
Perjalanan kompetisi pernah terganggu saat Komisi Disiplin memberikan sanksi berupa pengeluaran klub, tetapi manajemen mengajukan banding dan berhasil lolos dari hukuman.
Oleh karena itu, langkah Rokhman selalu mengandung kejutan.
Karena hiruk pikuk kompetisi, sosok Rokhman Supriyadi memilih menepi sejenak.
Ternyata, ia mendirikan Diklat Sepak Bola Merden. Suatu senja, Budi mengunjungi home base Diklat yang terletak di rumah Rokhman.
Budi menjumpai Rokhman sedang mengajar hafalan Al-Qur’an kepada 12 siswa angkatan I di ruangan bagian belakang.
Inilah inovasi mendasar Rokhman: lembaga memberikan pelatihan sepak bola intensif, pengajaran agama berupa hafalan Al-Qur’an dan fikih ringan, serta pendidikan formal melalui sekolah umum (SMA).
Rokhman mengaku bahwa itulah “roh” dari Diklat Merden. Kini, Diklat berkembang pesat, menjadi institusi terbesar di Indonesia, dengan jumlah siswa melampaui 300 anak usia SMP dan SMA.
Kisah heroik ini, yang terbagi dalam masa kanak-kanak, merantau menuntut ilmu, hingga pembuktian kemampuan
Tentunya, memperlihatkan perjalanan Rokhman dari seorang pegiat langsung menjadi perancang sistem pembinaan lengkap dengan landasan mindset dan kurikulum.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News
















