BPBD Banyumas Petakan 19 Kecamatan Rawan Banjir Kategori Tinggi

BPBD Banyumas Petakan 19 Kecamatan Rawan Banjir Kategori Tinggi
BPBD Banyumas Petakan 19 Kecamatan Rawan Banjir Kategori Tinggi

TABLOIDELEMEN.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas menerbitkan peringatan dini menyusul meningkatnya potensi banjir di sejumlah titik strategis.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa banyak wilayah di “Kota Satria” kini masuk dalam kategori kerawanan menengah hingga tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kewaspadaan dini mengingat puncak musim hujan memicu intensitas curah hujan yang sangat ekstrem.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama penghuni kawasan bantaran sungai dan dataran rendah, untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi luapan air,” katanya, Kamis 15 Januari 2026.

Menurut catatan BPBD, 19 kecamatan menghadapi ancaman banjir skala menengah, termasuk Ajibarang, Banyumas, Cilongok, hingga Sumpiuh dan Tambak.

Bacaan Lainnya

Namun, situasi dapat memburuk menjadi kategori banjir tinggi pada beberapa lokasi seperti Baturraden dan Kedungbanteng.

Serta seluruh wilayah perkotaan Purwokerto yang meliputi sektor Barat, Selatan, Timur, dan Utara.Langkah Antisipasi Bencana

Menurutnya, potensi bencana ini berakar pada kombinasi curah hujan yang melimpah, kondisi daerah aliran sungai (DAS), serta sistem drainase yang mulai terbebani.

Aktivitas manusia di kawasan rawan genangan turut memperparah risiko ini.

Merespons ancaman tersebut, jajaran BPBD bersama relawan segera menyisir titik-titik rawan untuk mengecek kesiapan logistic.

“Serta memperkuat koordinasi dengan perangkat desa di seluruh kecamatan terdampak,” katanya.

Selain kesiapan petugas, Dwi Irawan Sukma berharap dukungan partisipasi masyarakay yang menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana.

BPBD juga meminta masyarakat rutin membersihkan saluran air dan menghentikan kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai.

Dwi meminta masyarakat agar segera melaporkan tanda-tanda kenaikan debit air yang tidak wajar.

“Melalui Call Center BPBD Banyumas pada nomor 0815-4880-8886 yang beroperasi selama 24 jam,” katanya.

“Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Harapannya risiko kerugian harta benda maupun korban jiwa dapat terhindari selama cuaca ekstrem berlangsung,” pintanya.

 

Pos terkait