Berwisata Naik Kereta Api Uap Baru Klinthing, Bangkitkan Romansa Sejarah dari Ambarawa

Kereta Uap Wisata Baru Klinthing memulai petualangan dari Museum Stasiun Kereta Api Ambarawa, sebuah bangunan ikonis peninggalan era kolonial yang masih berdiri kokoh.
Kereta Uap Wisata Baru Klinthing memulai petualangan dari Museum Stasiun Kereta Api Ambarawa, sebuah bangunan ikonis peninggalan era kolonial yang masih berdiri kokoh.

TABLOIDELEMEN.com – PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI), melalui PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) sebagai anak perusahaan telah menghidupkan kembali Kereta Uap Wisata Baru Klinthing untuk melayani jalur wisata sejarah.

Kereta uap ini memulai petualangan dari Museum Stasiun Kereta Api Ambarawa, sebuah bangunan ikonis peninggalan era kolonial yang masih berdiri kokoh.

Wisatawan wajib memesan tiket secara daring melalui aplikasi resmi atau situs KAI Wisata minimal tiga hari sebelum keberangkatan.

Karena kapasitas gerbong kayu sangat terbatas, pengelola membatasi kuota penumpang setiap harinya untuk menjamin kenyamanan.

Jam keberangkatan KA Baru Klinthing reguler bulanan ini tersedia pada pukul 13.30 WIB dan pemesanan H-14 selama tiket tersedia.

Bacaan Lainnya

Penumpang harus mematuhi aturan kebersihan, tidak merokok di dalam gerbong, dan hadir 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.

Lokomotif menarik gerbong kayu melintasi jalur sepanjang 7 kilometer menuju Stasiun Tuntang.

Sepanjang perjalanan, wisatawan akan menyaksikan hamparan luas Danau Rawa Pening serta kemegahan Gunung Merbabu yang menjulang gagah di cakrawala.

Aroma khas pembakaran kayu jati dari cerobong lokomotif berpadu dengan udara segar perdesaan, menciptakan atmosfer transportasi masa lampau yang autentik.