TABLOIDELEMEN.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf sudah secara resmi meluncurkan logo Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama versi Masehi.
Momentum bersejarah ini membawa tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia” sebagai representasi visi organisasi dalam menatap masa depan bangsa.
Peluncuran tersebut berlangsung di Lobi Gedung PBNU, Jakarta Pusat.
Dalam keterangannya, sosok yang akrab dengan sapaan Gus Yahya ini menjelaskan pemilihan tanggal peringatan yang merujuk pada kalender internasional.
“Kita juga akan menyelenggarakan selamatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender Masehi, insyaallah pada 31 Januari, karena NU berdiri pada 16 Rajab 1344 Hijriah yang bertepatan dengan 31 Januari 1926,” ujar Gus Yahya.
Pihak panitia merencanakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK) sebagai pusat lokasi perayaan pada 31 Januari 2026 mendatang.
Meskipun skala massa mungkin tidak menyamai rekor jutaan jamaah saat peringatan versi Hijriah di Sidoarjo, acara ini tetap membawa misi spiritual yang mendalam.
“Kita insyaallah akan menyelenggarakan selamatan juga, mudah-mudahan bisa cukup besar. Insyaallah akan kita laksanakan di Gelora Bung Karno,” tambah Gus Yahya saat memberikan keterangan pers.
Logo Harlah Satu Abad NU Versi Masehi
Secara visual, logo satu abad ini menyimpan makna filosofis yang sangat kuat.
Angka 100 melambangkan kematangan serta pengalaman panjang Indonesia sebagai bangsa merdeka dalam menghadapi dinamika zaman.
Bentuk desain yang solid mencerminkan keteguhan hati para pejuang dan penerusnya setelah melalui proses evaluasi serta perjalanan sejarah yang besar.
Pilihan warna dalam logo tersebut turut membawa pesan ideologis yang tegas.
Angka satu berwarna hijau melambangkan fondasi moral dan spiritualitas sebagai akar yang menopang pertumbuhan bangsa.
Sementara itu, dua angka nol berwarna emas merepresentasikan kejayaan serta cita-cita Indonesia untuk mencapai martabat unggul di level global.
Keseluruhan desain yang membulat menggambarkan kesinambungan tanpa putus.
Simbol ini menegaskan posisi Nahdlatul Ulama dalam merajut harmoni antara masa lalu, masa kini, serta masa depan.
Persatuan dan kekokohan menjadi pesan utama yang ingin tersampaikan kepada seluruh warga nahdliyin dan masyarakat Indonesia secara luas melalui identitas visual tersebut.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News

















