Banjarnegara Gelar Pameran Nasional Bonsai dan Exhibition Suiseki 2025, Ini Pesan Bupati Amalia Desiana

Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana saat membuka secara resmi Pameran Nasional Bonsai dan Exhibition Suiseki 2025 Piala Bupati Banjarnegara yang bertemakan“Pesona Bonsai dan Suiseki Dawet Ayu Menuju Banjarnegara Maju dan Sejahtera”, di Kamis 27 November 2025
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana saat membuka secara resmi Pameran Nasional Bonsai dan Exhibition Suiseki 2025 Piala Bupati Banjarnegara yang bertemakan“Pesona Bonsai dan Suiseki Dawet Ayu Menuju Banjarnegara Maju dan Sejahtera”, di Kamis 27 November 2025

TABLOIDELEMEN.com – Stadion Soemitro Kolopaking, Banjarnegara terlihat penuh dengan tanaman Bonsai hasil tangan para seniman.

Yah, Bonsai bukan sekadar tanaman, tetapi sebuah meditasi ketekunan dan kesabaran, menghasilkan karya estetika tinggi.

Pastinya, Kabupaten Banjarnegara menginisiasi Pameran Nasional Bonsai dan Exhibition Suiseki 2025 Piala Bupati Banjarnegara.

Exhibition Suiseki 2025 merupakan sebuah pergelaran istimewa yang menampilkan seni penataan batu alam yang indah.

Batu-batu istimewa ini, Suiseki, menampilkan wujud alami seperti gunung, pulau, atau figur, mengajak penikmatnya merenungkan keagungan alam melalui objek mungil.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, fokus utama ajang ini Bonsai, seni menanam pohon kecil dalam pot dangkal, menciptakan replika pohon besar di alam bebas.

Pameran Nasional Bonsai

Pameran Nasional Bonsai dan Exhibition Suiseki 2025
Pameran Nasional Bonsai dan Exhibition Suiseki 2025

Gelaran akbar ini mulai Kamis 27 November 2025 hingga Senin 1 Desember 2025, membawakan tema sarat makna: “Pesona Bonsai dan Suiseki Dawet Ayu Menuju Banjarnegara Maju dan Sejahtera”.

“Bonsai bukan lagi hanya hobi. Karena kecintaan pada tanaman, seni Bonsai menjelma karya bernilai tanpa batas, mencakup nilai estetika dan ekonomi,” kata Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana saat membuka secara resmi acara ini, Kamis 27 November 2025

Menurut Bupati Amalia, kegiatan ini menunjukkan dukungan konkret pemerintah daerah pada pengembangan seni dan budaya lokal, sekaligus promosi pariwisata Banjarnegara.

“Kami berharap acara ini memikat hati pecinta Bonsai, Suiseki, maupun masyarakat umum, mendekatkan mereka pada filosofi dan keindahan karya,” katanya.

Ia juga menekankan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan harus terus terawat.

Kegiatan positif ini harus membawa dampak baik bagi Banjarnegara, terutama mengingat hampir 75 persen wilayah merupakan kawasan rawan bencana.

Kecintaan pada tanaman Bonsai dapat menjadi langkah kecil menjaga alam.

“Oleh karena itu, saya mendorong pecinta Bonsai di Banjarnegara supaya semakin solid, kreatif, dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” katanya.

Ketua PPBI Banjarnegara, Akhmad Arifin Hidayat menjelaskan, tema tahun ini tidak hanya menampilkan keindahan Bonsai dan Suiseki, melainkan juga mewujudkan harapan besar bagi kemajuan Banjarnegara.

Sedangkan jumlah peserta pameran kali ini sungguh luar biasa.

Para seniman dari berbagai penjuru Indonesia, merentang dari Bali hingga Sulawesi yang menjadi peserta memamerkan Sebanyak 1.177 Bonsai dan 166 Suiseki

Jenis tanaman Bonsai yang umum dipergunakan antara lain Ficus (beringin), Acer (maple), Pinus, dan Juniperus, menghadirkan variasi bentuk dan tekstur yang kaya.

“Kegiatan ini berfungsi ganda. Yakni menjadi ruang pamer karya seni dan wadah silaturahmi, berbagi teknik, pengetahuan, serta membuka peluang ekonomi kreatif,” katanya.

Pos terkait