Balai Bahasa Jawa Tengah Andalkan Sibaja, Pacu Literasi dan Martabat Bahasa

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati

TABLOIDELEMEN.com – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Sibaja (Senarai Istilah Bahasa Jawa) untuk terus menyalakan semangat pembinaan bahasa dan sastra.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati  mengatakan, Sibaja ini hadir sebagai rujukan pembelajaran yang memperkaya pemahaman terhadap bahasa daerah secara sistematis

“Sibaja menjadi bukti bahwa bahasa daerah mampu bersanding dengan bahasa nasional dalam ruang pendidikan yang inklusif dan bermartabat,” katanya usai mengikuti acara Ruang Bahasa dan Cerita Bersama Menteri, di Gedung BalairungKabupaten Semarang, K amis 30 Oktober 2025

Ia juga menegaskan komitmen lembaganya dalam menguatkan posisi bahasa Indonesia di ruang pendidikan.

“Kami tidak hanya mengembangkan bahan ajar. Tetapi juga menggelorakan pengutamaan bahasa Indonesia melalui apresiasi kepada sekolah yang memartabatkan bahasa di ruang publik dan surat dinas,” kata Dwi Laily.

Bacaan Lainnya
 Tahun Baru 2026

Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan upaya konkret dalam menjaga marwah bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa.

Sekolah-sekolah yang konsisten menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar memperoleh penghargaan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi nasional.

Program literasi pun terus bergulir

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo menyampaikan, pihaknya telah menyelenggarakan berbagai bengkel literasi untuk siswa dan guru.

Kegiatan tersebut bertujuan membentuk ekosistem pembelajaran yang kreatif dan berdaya guna.

Sepanjang tahun 2025, Balai Bahasa menyeleksi 120 buku cerita anak dwibahasa Jawa–Indonesia.

Buku-buku tersebut masuk dalam program penerjemahan untuk memperkaya bahan bacaan anak-anak di sekolah.

“Kami tentunya mengajak masyarakat memanfaatkan koleksi tersebut secara gratis melalui laman perpustakaan Balai Bahasa,” katanya.

Ia menegaskan, Gerakan literasi dan pemartabatan bahasa tidak berhenti pada seremoni. Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah terus menanamkan nilai kebahasaan yang hidup, relevan, dan membumi.

 

 

Pos terkait