TABLOIDELEMEN.com – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hafidz Muksin, memaparkan arah baru pembangunan bahasa dan sastra di Indonesia.
Langkah strategis ini mencakup empat program prioritas yang berfokus pada penguatan literasi, pemartabatan bahasa nasional, pelindungan bahasa daerah, serta internasionalisasi bahasa Indonesia.
Pada pilar pertama, Badan Bahasa memfokuskan tenaga untuk memperkuat literasi kebahasaan dan kesastraan hingga tingkat akar rumput.
Hafidz Muksin menilai kelompok literasi lokal merupakan ujung tombak efektif dalam menyebarkan budaya baca.
Program ini menyasar penyediaan buku bacaan bermutu dan referensi yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Selain itu, staf ahli memberikan pembinaan intensif bagi guru dan murid pada sekolah yang memiliki nilai Asesmen Nasional (AN) rendah.
Integrasi teknologi turut menjadi bagian krusial dalam pilar pertama ini.
Pemerintah mengembangkan perpustakaan digital yang inklusif agar masyarakat dapat mengakses materi literasi secara mudah dan luas.
Melalui sayembara serta pemberian apresiasi bagi penulis dan komunitas sastra, Badan Bahasa mendorong produksi karya berkualitas sebagai fondasi pembelajaran yang bermakna.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News


















