TABLOIDELEMEN.com – Asian Development Bank (ADB) menyambangi Kabupaten Purbalingga guna mempelajari penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada layanan kesehatan primer, Rabu 6 Agustus 2026.
Kunjungan proyek bantuan teknis Reaping the Benefits of Artificial Intelligence for Service Excellence in Health (RAISE) ini menjadi bahan rekomendasi tata kelola AI nasional.
TA Coordinator ADB, Febrina Damanik, menegaskan kunjungan tersebut bertujuan memetakan kesiapan operasional AI pada fasilitas kesehatan.
Melalui kunjungan lapangan ini, ADB ingin memahami bagaimana penerapan teknologi AI dalam sistem kesehatan yang nyata.
Termasuk kesiapan tenaga kesehatan, integrasi layanan, tata kelola, dan infrastruktur datanya.
“Informasi yang diperoleh selama kunjungan ini akan menjadi masukan dalam penyusunan rekomendasi kegiatan RAISE di Indonesia,” kata Febrina.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Purbalingga, Suroto, menyambut hangat kehadiran tim ADB demi menyempurnakan Program SPHERES.
Menurutnya, kehadiran ADB akan sangat bermanfaat dalam mendukung pengembangan SPHERES di Kabupaten Purbalingga.
Pihaknya memahami biaya berobat saat ini semakin tinggi sehingga upaya promotif dan preventif menjadi semakin penting.
“Melalui SPHERES kami ingin mendorong masyarakat semakin sadar menerapkan pola hidup sehat. Kami juga berharap memperoleh masukan agar implementasi program ini semakin baik ke depan,” katanya.
Saat meninjau Puskesmas Purbalingga serta Public Health Data Theatre (PHDT), rombongan mengamati pemanfaatan teknologi Optical Character Recognition (OCR) dan pemantauan data kesehatan secara langsung.
Kepala Dinkes PPKB Purbalingga, Jusi Febrianto, menyampaikan keunggulan sistem tersebut.
Dengan data yang tersaji secara real-time, pihaknya dapat mengetahui lebih awal apabila ada intervensi yang belum petugas lakukan.
“Sehingga pemberian tindak lanjut bisa segera. Tujuan akhirnya adalah pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat,” katanya.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News


















