Ammy Amalia Fatma Surya, Srikandi di Pucuk Pimpinan Cilacap

Ammy Amalia Fatma Surya
Ammy Amalia Fatma Surya

TABLOIDELEMEN.com – Langkah kaki Ammy Amalia Fatma Surya kini terasa lebih berat saat menyusuri lorong kantor Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Takdir politik membawa perempuan kelahiran Bogor, 21 September 1982 ini ke sebuah persimpangan krusial.

Sejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Syamsul Auliya Rachman, beban besar pundak sang wakil bupati pun bertambah.

Ammy kini memegang kendali penuh sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati guna menjaga denyut nadi pemerintahan tetap berdetak normal.

Jejak Profesional Bidang Hukum

Dunia birokrasi dan administrasi bukanlah medan baru bagi putri pasangan pengusaha Mulia Budi Artha dan Siti Fatimah ini.

Bacaan Lainnya
Promo Cleo 1 Liter

Fondasi kariernya terbangun kokoh di atas meja-meja firma hukum dan kantor notariat.

Sebelum terjun ke kancah politik, Ammy mengasah ketajaman analisisnya sebagai Senior Associate di Kantor Hukum Nugraha & Panjaitan pada periode 2006 hingga 2008.

Kepiawaiannya dalam urusan legalitas semakin teruji saat menjabat sebagai notaris pengganti di Kantor Notaris Sri Rachma Chandrawati.

Tak berhenti di sana, ia juga mengelola bisnis profesional melalui Kantor Pejabat Lelang Kelas II miliknya sendiri.

Deretan pengalaman empiris inilah yang membentuk karakter Ammy menjadi sosok yang teliti dan memahami seluk-beluk regulasi secara mendalam.

Rekam Jejak Parlemen Nasional

Nama Ammy sebenarnya sudah menggema di panggung nasional jauh sebelum ia memenangi Pilkada Cilacap 2024.

Pada Pemilu 2014, ia berhasil meraup 28.252 suara dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII yang membawanya melenggang ke Senayan.

Selama duduk di kursi DPR RI, ibu dari Prabaswara Affiyanda Budiartha ini mengabdi di Komisi II.

Di sana, ia bergelut dengan isu-isu sensitif mulai dari pemerintahan dalam negeri, aparatur negara, hingga reforma agraria.

Perannya di Badan Legislasi (Baleg) juga memberi kontribusi penting dalam merancang berbagai undang-undang strategis.

Meski sempat meninggalkan kursi parlemen melalui mekanisme pergantian antarwaktu pada Oktober 2018, semangat pengabdiannya tidak pernah padam hingga akhirnya ia kembali dalam kontestasi daerah.

Menjaga Stabilitas Pemerintahan Daerah

Pelantikan pada 20 Februari 2025 seharusnya menjadi awal perjalanan duet kepemimpinan bersama Syamsul untuk periode 2025–2030.

Namun, dinamika hukum mengubah skenario tersebut secara drastis.

Kini, Ammy berdiri sebagai figur sentral yang mengemban mandat rakyat Cilacap sendirian.

Ia memikul tanggung jawab moral untuk memastikan program pembangunan daerah tidak terhenti meski badai politik tengah menerjang.

Masyarakat menaruh harapan besar pada sosok yang memahami hukum ini agar mampu membawa transparansi dalam tata kelola pemerintahan.

Dengan sisa masa jabatan yang masih panjang hingga tahun 2030, Ammy memiliki kesempatan luas untuk membuktikan integritasnya.

Tantangan ke depan memang tidak mudah, namun bekal ilmu hukum dan pengalaman legislasi menjadikannya nakhoda yang mumpuni bagi Kabupaten Cilacap.

 

 

 

Pos terkait