TABLOIDELEMEN.com- Tanaman tropis dengan ciri fisik hijau kecokelatan ini bukan lagi penghuni pagar biasa.
Masyarakat mengenal Moringa oleifera atau daun kelor sebagai “pohon ajaib” yang menyimpan simfoni nutrisi luar biasa.
Sebuah penelitian dalam International Journal of Molecular Science pada tahun 2023 bahkan melabeli tanaman ini sebagai superfood.
Predikat tersebut muncul karena kelor berlimpah senyawa baik, mulai dari mikronutrien, karotenoid, hingga berbagai vitamin yang tubuh perlukan setiap hari.
Kekuatan utama kelor terletak pada kemampuannya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Bagi ibu menyusui, mengonsumsi daun ini menjadi solusi alami untuk meningkatkan produksi ASI.
Ternyata lebih dari itu, para peneliti memaparkan bahwa kandungan aktif dalam kelor berpotensi membantu penderita penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, hingga obesitas.
Bahkan, tingginya kalsium dan protein di dalamnya memberikan dukungan penting bagi pertumbuhan serta kesehatan tulang.
Namun, mengonsumsi keajaiban hijau ini memerlukan kearifan dan takaran yang tepat.
Meski kaya manfaat, mengonsumsi kelor secara berlebihan justru memicu risiko efek samping bagi tubuh.
Hal ini menjadi sangat krusial bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan rutin, karena interaksi senyawa herbal dapat memengaruhi kinerja obat kimia.
Kedisiplinan dalam menakar porsi konsumsi memastikan tubuh mendapatkan manfaat optimal tanpa mengundang bahaya.
Kelor memang menawarkan segudang harapan untuk kualitas hidup yang lebih baik.
Namun, penting untuk memahami bahwa kesehatan merupakan hasil dari harmoni faktor kompleks, termasuk genetika dan gaya hidup sehat secara umum.
Menjadikan kelor sebagai bagian dari menu harian adalah langkah cerdas untuk menyongsong hari yang lebih bertenaga.

Bagi saya yang juga seorang ibu rumah tangga, menulis dapat dijadikan media terapi. Berbagi cerita, mengungkapkan emosi, meredakan stres, dan melepaskan kebosanan.
Baca update artikel lainnya di Google News










