TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah Indonesia telah memperkaya kosakata melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tujuannya demi menyesuaikan perkembangan zaman.
Para pemerhati bahasa menyambut baik kebijakan ini, sebab mempermudah komunikasi publik.
Selain itu, langkah ini menegaskan kemandirian bahasa Indonesia ini yang juga bertujuan agar masyarakat tidak bergantung pada istilah asing secara berlebihan.
Karena penggunaan istilah asing yang tidak baku seringkali menimbulkan kebingungan.
Selain itu, penetapan kosakata baru ini sangat mendukung upaya pembinaan bahasa di sekolah dan kampus.
Akibatnya, Bahasa Indonesia semakin kaya, terstruktur, dan siap menjadi bahasa yang modern.
Dengan cara yang sama, penetapan ini menguatkan identitas bahasa Indonesia secara keseluruhan.
Karena itu, para pengguna bahasa perlu membiasakan diri menggunakan istilah-istilah baru ini.
Kata Baru Sesuai KBBI
- Adikuasa = Penguasa Tertinggi
- Akselerasi = Percepatan
- Akses = Jangkauan
- Alokasi = Penjatahan
- Amandemen = Perubahan
- Analisis = Kajian
- Aplikasi = Penerapan
- Artificial Intelligence = Akal Imitasi
- Atribut = Sifat Wajib
- Baku = Standar
- Birokrasi = Ketatanegaraan
- Budget = Anggaran
- Customer = Pelanggan
- Data = Keterangan
- Deadline = Tenggat
- Definisi = Batasan
- Defisit = Kurang Bayar
- Desain = Rancang Bangun
- Download = Unduh
- Edukasi = Pengajaran
- Efek = Dampak
- Efisiensi = Keterdayagunaan
- Eksklusif = Khusus
- Evaluasi = Penilaian
- Fokus = Titik Pusat
- Formal = Resmi
- Harmonis = Selaras
- Impak = Dampak
- Indikator = Penunjuk
- Inisiatif = Prakarsa
- Inklusif = Mencakup
- Inovasi = Penemuan Baru
- Intensif = Gencar
- Investigasi = Penyelidikan
- Isu = Pekabaran
- Jurnalistik = Kewartawanan
- Kapasitas = Daya Tampung
- Koleksi = Himpunan
- Komitmen = Ikrar
- Komitmen = Janji Bakti
- Komoditas = Barang Dagangan
- Kompeten = Cakap
- Kompetisi = Persaingan
- Kompleks = Rumit
- Komunikasi = Hubungan
- Konsisten = Taat Azas
- Konsultasi = Musyawarah
- Konsumsi = Pemakaian
- Konteks = Kaitan
- Kontribusi = Sumbangan
- Kontrol = Kendali
- Kreativitas = Daya Cipta
- Kriteria = Tolok Ukur
- Kriya = Kerajinan Tangan
- Kualifikasi = Kecakapan
- Kualitas = Mutu
- Kuantitas = Jumlah
- Kuasa Hukum = Advokat
- Lisan = Ucapan
- Loka Karya = Sanggar Kerja
- Meeting = Taklimat
- Merk = Jenama
- Misi = Perutusan
- Motif = Alasan
- Narasi = Kisahan
- Nir Kekuatan = Tanpa Daya
- Nirlaba = Non-profit
- Nirmala = Murni
- Offline = Luring
- Online = Daring
- Opini = Pendapat
- Otomatis = Swakarsa
- Otoritas = Wewenang
- Palung = Jurang
- Ponsel = Gawai
- Potensi = Daya
- Prasarana = Infrastruktur
- Prasasti = Tugu Peringatan
- Prioritas = Kedahuluan
- Proaktif = Giat
- Prosedur = Tata Cara
- Purna Waktu = Penuh Waktu
- Realitas = Kenyataan
- Relaksasi = Pengenduran
- Respon = Tanggapan
- Sektor = Loka
- Sertifikasi = Perizinan
- Sistem = Tata Cara
- Solusi = Jalan Keluar
- Substansi = Inti
- Swasembada = Mandiri Pangan
- Tidak Haus = Galgah
- Tidak Haus = Palum
- Toleransi = Tenggang Rasa
- Transparansi = Keterbukaan
- Upload = Unggah
- Vaksin = Cacar (Imunisasi)
- Valid = Sahih
- Visi = Wawasan

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News
















