TABLOIDELEMEN.com – Polres Purbalingga sukses menggelar kegiatan main bareng (mabar) Esports Mobile Legends bersama pelajar dan remaja.
Sebanyak tiga lokasi Kepolisian Sektor (Polsek) yaitu Polsek Kemangkon, Polsek Mrebet, dan Polsek Bobotsari menjadi pusat kemeriahan turnamen, Sabtu 3 Oktober 2026 malam.
Program inovatif ini efektif merangkul minat generasi muda dalam kompetisi olahraga digital.
Sebanyak 28 tim yang terdiri atas 140 peserta antusias bertanding memperebutkan gelar juara.
Kompetisi sengit ini menciptakan suasana penuh keakraban antar sesama peserta sepanjang acara.
Kasat Binmas Polres Purbalingga AKP Tedy Subiyarsono menyampaikan bahwa kegiatan esports ini menjadi sarana komunikasi efektif.
Pendekatan ini ampuh mempererat kedekatan antara jajaran Polri dan para remaja.
“Mabar Esports Mobile Legends ini untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda melalui kegiatan positif yaitu olahraga digital,” ujarnya.
Turnamen Esports Mobile Legends Polres Purbalingga Edukasi Kamtibmas
Pihak kepolisian turut menyisipkan pesan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi secara bijak di sela-sela turnamen.
Sekaligus mendorong anak muda agar mampu menjadi benteng keamanan lingkungan.
“Melalui kegiatan ini kami mengajak generasi muda untuk menggunakan teknologi secara bijak dan bisa menjadi pelopor kamtibmas di lingkungan masing-masing,” katanya.
Kepolisian terus berkomitmen merancang berbagai program adaptif demi menggandeng pemuda di wilayah Kabupaten Purbalingga.
Tujuannya adalah menjauhkan para remaja dari beragam potensi perilaku negatif.
Kompetisi di Polsek Kemangkon melahirkan Tim Loren Ipsum sebagai juara pertama dan Majasem Pride meraih posisi kedua.
Sementara itu, Polsek Mrebet mencatatkan Tim Kicau Mania sebagai juara pertama dan Tim Galeria pada posisi kedua.
Sesi pertandingan di Polsek Bobotsari mengukuhkan Tim Time-L sebagai juara pertama, Tim OTLHR juara kedua, serta Tim Kuku Gajah juara ketiga.
Seluruh rangkaian acara berakhir dengan aman dan lancar.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google Berita




















