TABLOIDELEMEN.com – Umat Tri Dharma berkumpul di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga guna memanjatkan doa bagi masa depan bangsa, Senin 16 Februrai 2026.
Ritual sembahyang bersama ini menjadi puncak penyambutan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Tepat pukul 24.00 WIB, suasana klenteng tampak syahdu saat umat mulai menyalakan lilin dan lampion sebagai simbol harapan baru.
Pengurus Klenteng Hok Tek Bio, Andrian Ming, menyebut kegiatan ini sebagai tradisi sakral tahunan.
“Kami melakukan doa bersama menyambut Imlek. Banyak doa dipanjatkan. Mohon keselamatan dan keberkahan, kesehatan serta rezeki yang melimpah,” katanya
“Selain itu kami juga mendoakan agar Indonesia lebih makmur sejahtera serta menjadi lebih baik lagi,” imbuh Andrian Ming.
Sebelum memasuki malam pergantian tahun, umat telah merampungkan rangkaian ritual Djie Si Sang An serta prosesi pembersihan Kim Sin.
Seluruh rangkaian perayaan berpusat di Klenteng Hok Tek Bio sebagai titik kumpul utama warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Purbalingga.
Sembahyang Djie Si Sang An sendiri berlangsung pada Rabu 11 Februari 2026.
Usai melaksanakan sembahyang tersebut, umat segera melakukan aksi bersih-bersih area klenteng dan lingkungan sekitar.
Fokus utama kegiatan ini menyasar pada patung-patung dewa dan dewi.
“Ini bukan sekedar membersihkan, namun juga menyucikan,” tutur Andrian Ming.
Makna Shio Kuda Api
MenurutTahun Baru Imlek 2026 menandai masuknya tahun Kuda Api (Fire Horse atau Bing Wu).
Fenomena ini tergolong langka karena hanya terjadi setiap 60 tahun sekali melalui kombinasi elemen ganda antara shio kuda dan tahun api.
Secara simbolis, Kuda Api melambangkan energi besar, kebebasan, serta keberanian dalam melakukan perubahan besar bagi kehidupan.
Rangkaian perayaan di Purbalingga akan berakhir pada Selasa 3 Maret 2026 mendatang melalui perhelatan Cap Go Meh.
:Acara penutup tersebut bakal menyajikan sembahyang bersama yang berlanjut dengan tradisi menyantap lontong Cap Go Meh,” katanya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News











