Tugu Titik Nol Cilacap: Sejarah Baru Simbol Geografis

Pemerintah Kabupaten Cilacap mempersembahkan Tugu Titik Nol Kota Lama Cilacap bagi masyarakat tepat pada penghujung tahun, Rabu 31 Desember 2026.
Pemerintah Kabupaten Cilacap mempersembahkan Tugu Titik Nol Kota Lama Cilacap bagi masyarakat tepat pada penghujung tahun, Rabu 31 Desember 2026.

TABLOIDELEMEN.com – Pemerintah Kabupaten Cilacap mempersembahkan ikon baru bagi masyarakat tepat pada penghujung tahun.

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, meresmikan Tugu Titik Nol Kota Lama Cilacap pada Rabu 31 Desember 2026.

Konvoi mobil antik yang melintasi jalur kota lama mengawali rangkaian kegiatan, menciptakan suasana nostalgia yang kental.

Acara peresmian berlangsung meriah dengan kehadiran Anggota DPR RI Novita Wijayanti, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Kehadiran monumen ini menjadi tonggak sejarah baru dalam menata kawasan heritage agar lebih modern dan memiliki daya tarik wisata yang kuat.

Bacaan Lainnya

Bupati Syamsul memandang tugu ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol masa depan yang menghubungkan sejarah masa lalu dengan visi pembangunan kota.

“Kami menghadirkan tugu ini sebagai ruang publik yang hidup dan ramah bagi masyarakat. Harapannya, kawasan ini mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata secara signifikan,” ujar Syamsul saat memberikan sambutan.

Ia menegaskan bahwa titik nol berfungsi sebagai penanda arah pembangunan Cilacap yang lebih tertata dan progresif.

Proses pembangunan tahap pertama kawasan ini menelan anggaran sekitar Rp5,6 miliar.

Selain menjadi penanda geografis, struktur bangunan tersebut mengusung konsep multifungsi sebagai menara pandang.

Pengunjung dapat menaiki menara untuk menikmati pemandangan kota hingga jangkauan Pulau Nusakambangan dari ketinggian.

“Penataan ini juga mencakup trotoar lebar, lampu hias, gazebo, serta ornamen replika penyu yang mewakili identitas daerah pesisir,” katanya.

Menurutnya, Pemkab Cilacap berencana melanjutkan proyek ini secara bertahap ke area lain.

Fokus penataan berikutnya menyasar trotoar kota, Alun-alun Cilacap, serta lapangan yang akan berfungsi sebagai ruang ekspresi seni dan budaya.

“Langkah ini bertujuan memperkuat citra Cilacap sebagai kota yang menghargai warisan sejarah sekaligus menyediakan fasilitas publik yang berkualitas bagi warga,” katanya.

 

Pos terkait