TABLOIDELEMEN.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0702/Purbalingga secara resmi memulai agenda TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026.
Program yang menyasar Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dan TNI dalam mengakselerasi kesejahteraan warga melalui pembangunan fisik maupun penguatan kapasitas masyarakat.
Selama 30 hari ke depan, terhitung mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026, personel TNI bersama warga bahu-membahu menuntaskan berbagai proyek infrastruktur.
Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf. Aries Ika Satria, menegaskan bahwa TMMD kali ini mengusung visi besar melalui tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”
“Slogan tersebut mengandung pesan mendalam bahwa kemajuan Indonesia bermula dari kemandirian dan kekuatan pembangunan tingkat perdesaan,” katanya usai Upacara pembukaan yang berlangsung di Halaman Pendapa Dipokusumo, Selasa 10 Februari 2026.
Menyangkut detail teknis, Letkol Inf. Aries Ika Satria merinci bahwa sasaran fisik mencakup pembangunan jalan rabat beton, pembukaan akses jalan baru, pembangunan talud, hingga pemasangan 10 unit gorong-gorong.
“Tim juga melakukan rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH) guna menjamin hunian yang lebih manusiawi bagi warga kurang mampu,” katanya.
Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Desa Tunjungmuli
Menurutnya, melalui TMMD Sengkuyung dapat membuka akses jalan antar desa, memperlancar arus perekonomian masyarakat, dan meningkatkan kesadaran bela negara.
“Serta, memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat, serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat,” ungkap Aries saat menjelaskan tujuan jangka panjang program tersebut.
Proyek infrastruktur ini menitikberatkan pada pembukaan jalan baru sepanjang 600 meter dengan lebar mencapai 6 meter.
Keberadaan akses jalan yang memadai serta fasilitas pendukung.
Seperti talud dan gorong-gorong akan mempermudah mobilitas petani dalam mendistribusikan hasil bumi.
Langkah nyata ini menjadi jawaban atas kendala aksesibilitas yang selama ini menghambat produktivitas ekonomi warga lokal.
Sejalan dengan pembangunan fisik, TMMD menghadirkan pula serangkaian kegiatan nonfisik yang melibatkan kolaborasi lintas instansi seperti Polri, Kejaksaan, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Berbagai penyuluhan mulai dari isu lingkungan, mitigasi kebencanaan, hingga teknik pertanian modern menjadi materi utama bagi masyarakat.
Selain itu, petugas menyediakan layanan administrasi kependudukan jemput bola untuk memudahkan warga Desa Tunjungmuli melengkapi dokumen negara.
Penyelenggaraan program ini mendapat sokongan finansial total senilai Rp499 juta.
Anggaran tersebut bersumber dari dua pilar pembiayaan, yakni APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp279 juta serta APBD Kabupaten Purbalingga yang menyumbang Rp220 juta.
Sinergi anggaran tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan tiap jengkal desa mendapat perhatian pembangunan yang setara dan berkelanjutan.

Satu di antara cara untuk mendapatkan hasil menulis yang maksimal adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.
Hanya dengan berpetualangan, saya mengetahui dan menemukan keberagaman materi tulisan.
Baca update artikel lainnya di Google News
















