Rayakan Satu Dekade
Penampilan ekspresif para aktor seperti Meyda, Trisnanto Budidoyo, Deka Aepama, Lilian Kiki Triwulan, serta Rone Yuliar berhasil menghidupkan suasana panggung.
Kelancaran pertunjukan ini berada bawah komando pimpinan produksi Ikrom Rifai dan manajer panggung Peppy.
Kesuksesan produksi ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai elemen seni.
Teater Proses UNWIKU memberikan dukungan pada penataan artistik panggung.
Sementara kelompok musik Umah Wayang Kemukusan Selakambang memperkuat atmosfer melalui iringan musik calung.
Dewan Kesenian Purbalingga turut memberikan sokongan penuh bagi terselenggaranya acara ini.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga memberikan apresiasi atas konsistensi Katasapa dalam menjaga nyala seni budaya.
Mewakili Bupati Purbalingga, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mukodam, menyampaikan selamat atas pencapaian sepuluh tahun komunitas tersebut.
“Kami tentunya berharap pementasan serupa menjadi agenda rutin guna menghidupkan ekosistem budaya di wilayah Purbalingga,” katanya.
Jumlah penonton yang hadir melampaui prediksi panitia, mulai dari jajaran pejabat pemerintah hingga pegiat seni asal Banyumas.
Kehadiran mereka membuktikan bahwa teater tetap memiliki ruang istimewa dalam hati masyarakat.
Sejak berdiri pada 2016, Katasapa terus aktif menggelar beragam kegiatan seperti pelatihan teater, pembacaan puisi, hingga penerbitan buku sastra.
Melalui pementasan “Blokeng”, Katasapa memperkuat komitmen mereka untuk terus menjadi ruang ekspresi bagi para seniman.
Perayaan satu dekade ini menjadi momentum penting bagi komunitas untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia sastra serta teater tanah air.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News









