TABLOIDELEMEN.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purbalingga menginisiasi langkah preventif guna menekan angka kecelakaan melalui Apel Keselamatan di MI Istiqomah Sambas, Selasa 10 Februari 2026.
Agenda bertajuk “1.500 Anak Pakai Helm” tersebut menjadi bagian krusial dalam rangkaian Operasi Keselamatan Candi 2026 yang tengah berlangsung secara serentak.
Kasat Lantas Polres Purbalingga, AKP Gharasa Zahra Zahirah, menyoroti fenomena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap proteksi kepala bagi anak-anak.
Menurutnya, pemikiran sempit yang hanya mengutamakan kepatuhan agar terhindar dari sanksi hukum harus segera berakhir.
“Anggapan bahwa anak kecil tidak perlu memakai helm, karena polisi tidak akan menilang adalah keliru. Kita harus berpikir bukan soal tilang. Melainkan keselamatan sendiri dan anak-anak kita,” kata AKP Gharasa saat memberikan arahan di hadapan ribuan peserta didik.
Data kepolisian menunjukkan urgensi penguatan budaya tertib ini.
Sepanjang tahun 2025, Polres Purbalingga mencatat 564 kasus kecelakaan lalu lintas, dengan persentase keterlibatan pelajar mencapai 20 persen.
AKP Gharasa menambahkan bahwa personel lapangan masih sering menemukan siswa yang mengabaikan penggunaan helm saat berangkat menuju sekolah.
1.500 Siswa MI Istiqomah Sambas Pakai Helm

Guna menjawab tantangan tersebut, kepolisian mengapresiasi dukungan Lembaga Istiqomah Sambas dalam membina karakter anak sejak dini melalui program Polisi Sahabat Anak.
Kerja sama ini membidik pembentukan generasi muda yang sadar hukum dan memiliki tanggung jawab moral di jalan raya.
“Semoga kegiatan apel keselamatan ini menjadi momentum bersama dalam menekan angka. Serta fasilitas korban kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Purbalingga,” tegas AKP Gharasa.
Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Purbalingga, Wisnu Sudarman, menegaskan bahwa lembaga pendidikan memegang kunci dalam membentuk kedisiplinan siswa.
Pihaknya mendukung penuh upaya penanaman nilai keselamatan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial warga madrasah.
“Penanaman nilai keselamatan sejak dini sejalan dengan tujuan pendidikan madrasah dalam membentuk generasi yang disiplin dan bertanggung jawab,” kata Wisnu.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News
















