TABLOIDELEMEN.com – Layanan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Purbalingga menghadapi gelombang kedatangan ratusan warga pada hari pertama kerja usai libur Lebaran, Rabu 25 Maret 2026.
Antrean panjang terlihat memenuhi area pelayanan sejak pagi hari, bahkan sebelum petugas membuka loket pendaftaran.
Fenomena ini muncul karena akumulasi kebutuhan masyarakat yang tertunda selama masa libur panjang Idulfitri.
Mayoritas pengunjung merupakan pemegang lisensi mengemudi yang masa berlakunya berakhir tepat pada periode libur nasional.
Kondisi ini memicu penumpukan massa di berbagai titik, mulai dari area verifikasi berkas hingga ruang tunggu pemotretan.
Guna memberikan kenyamanan, petugas terpaksa menambah deretan kursi tambahan agar masyarakat tidak perlu berdiri saat menunggu giliran.
Kebijakan Dispensasi Khusus
Kanit Regident IPTU Cindy Sabathini mewakili Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Gharasa Zahra Zahirah menjelaskan, bahwa sebagian besar pemohon mengejar masa perpanjangan.
“Karena batas waktu dokumen mereka habis antara tanggal 18 hingga 24 Maret 2026,” katanya.
Menurutnya, meskipun pemerintah memberikan kelonggaran, antusiasme warga untuk segera menyelesaikan urusan administrasi tetap tinggi pada hari pertama operasional.
“Sebenarnya pemohon yang masa berlaku SIM-nya habis pada saat libur lebaran diberikan dispensasi perpanjangan SIM pada tenggang waktu 25–31 Maret 2026,” ungkap IPTU Cindy.
Strategi Penguraian Antrean
Satlantas Polres Purbalingga mengambil langkah taktis guna memecah konsentrasi massa dengan mengoperasikan satu unit Bus SIM Keliling tepat di halaman sisi barat area parkir Satpas.
Petugas mengarahkan para pemohon perpanjangan ke layanan bergerak tersebut agar proses lebih cepat dan tidak menghambat pemohon baru di dalam gedung utama.
Pihak kepolisian sempat menemui kendala teknis berupa gangguan pada aplikasi sistem pencetakan yang terjadi secara nasional.
Masalah ini menyebabkan proses penerbitan kartu sedikit terhambat pada jam-jam awal pelayanan.
Namun, tim teknis segera mengatasi hambatan tersebut sehingga prosedur kembali berjalan sesuai standar operasional.
“Namun, sekarang sudah tidak ada masalah lagi, sudah kembali normal,” pungkasnya menutup penjelasan mengenai kendala sistem tersebut.

Menulis itu tentang mau atau tidak. Saya meyakini hambatan menulis bukan karena tidak bisa menulis, tetapi karena merasa tidak bisa menulis dengan baik
Baca update artikel lainnya di Google News
















