Puskesmas Kutasari Purbalingga Andalkan Inovasi Ceting Sega untuk Cegah Stunting

Puskesmas Kutasari Purbalingga Luncurkan Inovasi Ceting Sega
Puskesmas Kutasari Purbalingga Luncurkan Inovasi Ceting Sega

TABLOIDLEMEN.com – Puskesmas Kutasari meluncurkan inovasi Cegah Stunting Segera atau Ceting Sega

Ceting Sega ini menjadi upaya mencegah dan menurunkan angka stunting di kecamatan tersebut.

Program berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada beberapa kelompok umur, yakni 6 -8 bulan, 9 – 11 bulan, 12 – 23 bulan, 24 – 59 bulan, remaja dan ibu hamil.

Bacaan Lainnya

“PMT ini kita berikan saat di Posyandu baik Posyandu Balita, Posyandu Ibu Hamil maupun Posyandu Remaja,” kata Kepala Puskesmas Kutasari, Dorys Day S, SKM MKes dalam acara Roadshow Pemulihan Ekonomi di lapangan Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Senin 7 November 2022.

Ia menjelaskan, Puskesmas Kutasari menyusun aneka resep PMT ini dengan bahan baku lokal namun bernutrisi tinggi.

Yakni, makanan yang berbahan dari ikan teri, telur, daun kelor, tahu, ikan lele, wortel, dan sebagainya sesuai dengan kelompok umur.

“Ada juga untuk remaja, karena remaja juga potensial untuk terjadinya stunting, apalagi remaja yang anemia,” kaitannya.

Ceting Sega atasi stunting

Dorys menyebut, penyebab stunting di Kecamatan Kutasari umumnya karena pola makan yang kurang bergizi.

Namun setelah sosialisasi intervensi dengan makanan yang bergizi dan seimbang kasus stunting berkurang hingga 40%.

Untuk mewujudkan Ceting Sega ini harus ada kerjasama lintas sektor, baik segi lingkungan, pendidikan dan makanan.

Acara kali ini juga ada penandatanganan komitmen bersama terkait Ceting Sega, yakni oleh Bupati, Ketua DPRD, Forkopimcam, Kepala Puskesmas, para Kepala Desa dan unsur masyarakat lainnya.

“Pemerintah pusat sudah mengalokasikan PMT melalui Dana Desa (DD) di setiap desa yakni PMT Penyuluhan atau untuk pencegahan stunting. Jika tidak bisa teratasi di desa, maka akan naik di tingkat puskesmas melalui anggaran PMT Pemulihan stunting,” katanya.

Bupati Purbalingga Dyah hayuning Pratiwi mengungkapkan, Kecamatan Kutasari khususnya Desa Karangaren sempat menjadi pilot project percobaan Kemenkes dalam menurunkan stunting.

Hasilnya kasus stunting bisa diturunkan 6% hingga dalam 6 bulan.

“Angka stunting kita sekarang 15,1% dan di tahun 2024 Presiden menargetkan angka stunting bisa turun menjadi 14,4%. Ini bukan suatu hal yang sulit menurut saya, harapan saya di tahun 2023 kita sudah bisa raih angka stunting 14,4% syukur lebih rendah dengan mereplikasi keberhasilan yang dilakukan di Karangaren.” Katanya

 

 

Tinggalkan Balasan