Pertamina Beli Minyak Jelantah Masyarakat untuk Bahan Bakar Pesawat

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa minyak jelantah kini memiliki nilai ekonomi tinggi. Pertamina memfasilitasi penyerahan limbah ini melalui tempat pengumpulan khusus di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa minyak jelantah kini memiliki nilai ekonomi tinggi.Pertamina memfasilitasi penyerahan limbah ini melalui tempat pengumpulan khusus di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

TABLOIDELEMEN.com – PT Pertamina (Persero) siap membeli minyak goreng bekas atau jelantah dari masyarakat seharga Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per liter.

Pembelian ini bertujuan mengubah limbah rumah tangga menjadi bahan bakar pesawat terbang ramah lingkungan atau bioavtur.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa minyak jelantah kini memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pertamina memfasilitasi penyerahan limbah ini melalui tempat pengumpulan khusus di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Itu ada nilai ekonominya, jadi circular economy-nya berjalan di sini. Jika teman-teman membawa satu liter minyak jelantah ke SPBU kami yang menyediakan collection box—namanya UCollect itu bisa kita hargai sekitar Rp 5.000 sampai Rp 5.500 per liter,” kata Arya.

Bacaan Lainnya

Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Bioavtur Pertamina

Masyarakat cukup membawa minyak jelantah ke lokasi UCollect dan memindai kode unik yang tersedia.

Saldo penjualan akan langsung masuk ke akun aplikasi MyPertamina secara digital. Selanjutnya, petugas mengangkut seluruh pasokan menuju kilang pengolahan.

Saat ini, Pertamina menyediakan 35 titik pengumpulan di kota-kota besar seperti Jakarta, Depok, Bandung, dan Surabaya.

Penentuan lokasi persisnya dapat diakses secara cepat melalui aplikasi MyPertamina.

“Minyak jelantah yang tadinya sebagai limbah bisa teman-teman kumpulkan. Cara mengumpulkannya cukup cari lokasi SPBU penampungan melalui aplikasi MyPertamina,” jelas Arya.

Pertamina mengolah used cooking oil (UCO) tersebut di Kilang Pertamina Cilacap.

Kilang pencampuran ini menghasilkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berkualitas tinggi.

“Apa tujuannya? Kenapa kita harus melakukan ini? Karena kita harus mengurangi ketergantungan pada energi impor. Ini sebenarnya menjadi gerakan kita bersama,” pungkas Arya.

Harga jual minyak jelantah di lokasi UCollect saat ini berkisar antara Rp 4.000 hingga Rp 5.500 per liter.

Masyarakat dapat memantau pembaruan harga dan titik penampungan terdekat langsung lewat aplikasi MyPertamina.

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Acer2026