Strategi dan Tekanan Mental
Persak Kebumen merespons ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, Ridwan Adimas Yudatama menyamakan kedudukan pada menit ke-64.
Gol tersebut bermula dari skema lemparan ke dalam jarak jauh yang gagal sang kiper, Aldiano Sefiola, halau dengan sempurna.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal usai, meski pelatih Persibangga sempat memasukkan tenaga baru, Yohan Patrick, pada masa injury time.
Drama berlanjut ke babak adu penalti yang melibatkan hingga 12 eksekutor dari setiap kubu.
Ketegangan memuncak saat seluruh pemain, termasuk penjaga gawang, harus maju sebagai algojo.
Persibangga akhirnya mengunci kemenangan dengan skor penalti 12-11 setelah Aldiano menepis satu tendangan penentu.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, memberikan apresiasi mendalam atas prestasi ini.
Ia menilai kemenangan tersebut merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen tim.
“Ini jadi bukti dari persiapan yang sangat baik. Ikhtiar yang maksimal,” katanya.
Fahmi turut mengucapkan terima kasih kepada manajemen, pelatih, hingga suporter yang memberikan dukungan tanpa henti.
Ia mengingatkan bahwa tantangan lebih besar telah menanti pada putaran nasional.
“Perjuangan belum selesai. Masih ada Liga 4 Nasional pada April–Mei,” tegasnya.
“Semoga Persibangga bisa terus sukses, bermain baik, dan harapannya bisa promosi ke Liga 3. Mohon doanya. Persibangga hari ini: Membanggakan!” imbuhnya.

Menulis itu tidak selalu dengan paragraf-paragraf yang panjang. Menulislah tentang perasaan kita dan tentang apa yang ada dipikiran kita. Tanpa tersadar, kita sesungguhnya telah menulis.
Baca update artikel lainnya di Google News
















