010

Pentasyarufan Zakat, Bupati Purbalingga Tiwi: Dapat Turunkan Angka Kemiskinan

Pentasyarufan zakat akan mampu bedampak terhadap penurunan angka kemiskinan di Purbalingga. Dampak pandemic covid-19 di Kabupaten Purbalingga terjadi peningkatan kemiskinan dari 15,90% menjadi 16,24%;

“Artinya semakin banyak masyarakat yang membutuhkan, akan mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui Baznas,” kata Bupati Dyah Hayuning Pratiwi saat acara Gerakan Cinta Zakat serentak se Jateng yang diselenggarakan oleh Baznas Provinsi diikuti oleh Bupati/Walikota dan Forkopimda secara zoom dari Semarang.

Bupati Tiwi, mengatakan, masih banyak masyarakat miskin di kKbupaten Purbalingga yang tidak tersentuh bantuan dari pemerintah.

Padahal banyak program pengentasan kemiskinan dan bantuan yang disalurkan untuk masyarakat miskin.      Instrumen Zakat tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam pengentasan kemiskinan di Purbalingga.

“Sehingga tidak ada lagi masyarakat miskin mendapat bantuan double-double menerima, padahal masih banyak masyarakat miskin yang belum mendapatkan bantuan apapun dari manapun,” tuturnya.

Ia berharap, Gerakan ini akan diikuti oleh seluruh ASN-ASN di Kabupaten Purbalingga, sehingga nantinya pengumpulan zakat yang dilakukan oleh Baznas Kabupaten Purbalingga ini lebih maksimal

“Mudah-mudahan dari instrument zakat ini dapat menurunkan angka kemiskinan,” pintanya

Bupati Tiwi mengakui, pengumpulan zakat Tahun 2021 lalu mencapai Rp. 2,7 miliar., namun hal itu dirasa belum. Untuk itu, pihaknya akan menghidupkan Unit Pengelola Zakat (UPZ) yang ada lembaga, OPD maupun wilayah.

“Dana yang terkumpul 2,7 miliar itu belum kita maksimalkan, artinya pemerintah belum membentuk UPZ-UPZ. Kalau kita sudah membentuk UPZ-UPZ saya yakin dana yang terkumpulkan oleh Baznas Kabupaten Purbalingga pasti akan jauh lebih baik,” katanya.

Secara virtual, Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan, manfaat Baznas sangat banyak, bahkan program yang semestinya didanai pemerintah, dapat ditutup dan didanai oleh Baznas.

“Manfaatnya, renovasi pondok pesantren, rumah ibadah, guru-guru agama termasuk guru honorer, bantuan kursi roda, bantuan bencana alam, bantuan peralatan dagang, peralatan bengkel. Termasuk selama Ramadhan saya jalan dengan Baznas dan targetnya membangun dua rumah tidak layak huni.”kata Ganjar.

 

 

Tinggalkan Balasan