Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Purbalingga Dikukuhkan

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi saat pengukuhan162 orang Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se-Purbalingga, Minggu 7 Juli 2024, di Pendopo Dipokusumo.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi saat pengukuhan162 orang Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se-Purbalingga, Minggu 7 Juli 2024, di Pendopo Dipokusumo.

TABLOIDELEMEN.com – Sebanyak 162 orang Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se-Purbalingga dikukuhkan oleh Ketua MUI Kabupaten Purbalingga.

Ketua MUI Kabupaten Purbalingga, Roghib Abdurrahman menjelaskan, MUI memiliki 7 tugas utama.

Yakni sebagai pengawal bagi penganut agama Islam; sebagai pemberi edukasi dan pembimbing bagi penganut agama Islam.

Bacaan Lainnya

Kemudian sebagai penjaring kader-kader yang lebih baik dan sebagai pemberi solusi bagi masalah keagamaan.

Serta sebagai perumus konsep pendidikan Islam dan pengawal konten dalam media massa; dan sebagai organisasi yang menjalankan kerja sama dengan organisasi keagamaan.

“MUI juga sebagai pewaris tugas-tugas para Nabi. MUI juga bertanggung jawab terhadap maju dan mundurnya Negara. Sebagai pemberi fatwa, pembimbing dan pelayan umat. Sekaligus penegak amar ma’ruf dan nahi munkar dan memurnikan ajaran islam sebaik baiknya, pelopor gerakan perbaikan umat dan,” katanya, Minggu 7 Juli 2024, di Pendopo Dipokusumo.

Bantu memberi solusi masalah keagamaan

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengajak MUI bisa membantu memberi solusi masalah keagamaan Islam di Purbalingga.

“Nantinya bapak ibu sebagai tokoh agama dalam MUI mampu tidak hanya bisa memberikan bimbingan dan mengayomi umat tapi juga bisa mengatasi dan memberi solusi atas permasalahan-permasalahan umat yang ada di Purbalingga,” kata Bupati Tiwi usai tutut menyaksikan pengukuhan.

Bupati juga mengingatkan akan adanya tantangan degradasi moral generasi muda saat ini. Mulai dari pergaulan bebas, miras, narkoba, hamil di luar nikah dan sebagainya.

“Ada juga judi online. Tentu pemerintah tidak bisa sendirian. Butuh sinergitas MUI untuk mengatasi masalah bangsa bersama-sama,” lanjutnya.

Meskipun MUI merupakan organisasi independen tempat berhimpunnya para ulama, namun menurut Bupati, MUI juga mitra pemerintah. Sehingga peranannya tidak jauh jauh dari pemerintah.

“Kita punya Misi Ke-2 Kabupaten Purbalingga, yang erat dengan sinergitas antara ulama dan umaro (pemerintah) yaitu mendorong kehidupan masyarakat religius yang beriman dan bertaqwa,” katanya.

Bupati titip pesan agar keberadaan MUI juga bisa terus tebarkan edukasi berkaitan toleransi antar inter umat beragama di tengah masyarakat Kabupaten Purbalingga yang heterogen.

“Menjelang Pilkada Serentak 2024, MUI bisa berperan sebagai perekat dan pemersatu bangsa, tokoh yang menebar virus positif menciptakan situasi aman damai dan kondusif,” katanya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *