TABLOIDELEMEN.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil kebijakan darurat dengan menutup seluruh jalur pendakian gunung di wilayahnya.
Penutupan ini merespons bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng Gunung Lawu serta Gunung Sumbing.
Pemerintah daerah menghentikan sementara aktivitas outdoor untuk menekan risiko munculnya titik api baru.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menegaskan kelalaian manusia menjadi dugaan kuat penyebab utama kebakaran.
“Dari dua kejadian gunung terbakar ini, dugaan awal itu human error. Artinya, aktivitas di gunung, baik petani maupun pendaki, harapannya bisa diminimalkan, terutama penggunaan api di atas,” kata Bergas di Semarang, Kamis, 23 Oktober 2026.
Antisipasi Risiko Kebakaran dan Penyelamatan Pendaki Gunung
Penggunaan api sembarangan di area vegetasi kering sangat membahayakan keselamatan warga sekitar dan ekosistem hutan.
Ancaman nyata karhutla terlihat saat kebakaran melalap kawasan Gunung Sumbing, hingga petugas harus mengevakuasi 152 pendaki.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengonfirmasi penerbitan surat imbauan penutupan jalur pendakian.
Surat resmi DLHK Nomor S/500.4/891/2026 tertanggal 21 Oktober 2026 menginstruksikan pengelola pos pendakian agar menutup akses secara penuh.
“Kejadian di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing, yang disampaikan Bapak Kapolda, indikasinya karena human error.
Mengingat kejadian itu, kami berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk menutup semua jalur pendakian yang ada di Jawa Tengah,” kata Heru.
Keputusan tegas ini memperkuat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla.
Upaya Pemadaman Karhutla dan Dukungan Operasi Udara
Tim gabungan terus menggencarkan pemadaman darat dan udara di Gunung Lawu, Sumbing, serta Pakuwaja Dieng.
Petugas membuat sekat bakar guna menahan pergerakan lidah api yang mulai mendekati permukiman warga.
Pemprov Jateng meminta bantuan BNPB untuk mengoperasikan helikopter water bombing di titik api yang sulit terjangkau.
Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda menjelaskan kepolisian telah menyebarkan imbauan preemtif ke seluruh Polres sejak tiga bulan lalu.
Petugas mengawal proses penutupan jalur secara bertahap sesuai dinamika lapangan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan kesiapan dukungan unit helikopter TNI untuk mempercepat pemadaman.
“Bupati sudah koordinasi dengan kita. Saya sudah cek ke sana, sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua heli dari TNI yang nanti operasional oleh BNPB,” katanya
“Kalau bisa water bombing di Lawu kita geser ke Sumbing. Sehingga dua tempat ini bisa kita atasi bersama-sama,” imbuh Ahmad Luthfi.

Meletakkan literasi digital menjadi urgensi, sebagai upaya transformasi untuk menghasilkan talenta digital dan menjadi rujukan informasi yang ramah anak, aman tanpa konten negatif.
Baca update artikel lainnya di Google News













